Categories
Uncategorized

Gejala dan Faktor Meningitis

Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meningen, yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Meningitis terkadang sulit dikenali, karena penyakit ini memiliki gejala awal yang serupa dengan flu, seperti demam dan sakit kepala.

Meningitis dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Kondisi-kondisi tertentu, seperti melemahnya sistem imun tubuh, juga dapat memicu munculnya meningitis.

Semua golongan usia berpotensi terjangkit meningitis, termasuk bayi. Apabila meningitis tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memburuk dan memicu komplikasi seperti kejang dan gagal ginjal.

Gejala dan Faktor Pemicu Meningitis

Meski gejalanya awalnya mirip dengan flu, meningitis tetap harus diwaspadai, karena juga dapat menimbulkan kejang dan kaku pada leher. Pada bayi di bawah usia 2 tahun, meningitis umumnya ditandai dengan memunculkan benjolan di kepala.

Ada beberapa faktor yang dapat memicu meningitis, antara lain:

  • Infeksi kuman.
  • Penyakit kanker dan lupus.
  • Efek samping obat dan operasi otak.

Risiko terkena meningitis juga akan meningkat pada ibu yang sedang hamil atau lupa menjalani imunisasi.

Cara Mengobati dan Mencegah Meningitis

Pengobatan meningitis umumnya berbeda-beda tergantung kepada penyebabnya. Sebagai contoh, dokter bisa meresepkan obat antimikroba, atau menjalankan terapi lain bila meningitis disebabkan oleh kanker atau lupus.

Penyakit ini bisa dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat dan menghindari kondisi yang dapat memicu penyebaran infeksi. Guna meningkatkan kekebalan tubuh dari kuman penyebab meningitis, lakukan vaksinasi sesuai anjuran dokter.

 

 

 

Categories
Uncategorized

Manfaat pijat setelah melahirkan

  • Relaksasi dan Mengurangi Stres

Pijat melemaskan otot, meningkatkan sirkulasi dan menurunkan hormon stres, membawa relaksasi dan menghilangkan stres. Maklum, mengingat sekitar dua pertiga ibu baru mengalami baby blues yang berkaitan dengan perubahan hormon, tanggung jawab baru dan rasa frustrasi karena berbagai penyesuaian yang harus dilakukan.

Itu sebabnya dukungan emosional dan manfaat pijat dapat berguna membantu selama ibu menghadapi masa transisi ini. Studi juga menunjukkan pijat bermanfaat untuk mengobati kondisi emosional yang lebih serius seperti depresi pascamelahirkan.

  • Meredakan sakit

Tubuh yang masih terasa sakit, nyeri atau setidaknya pegal-pegal setelah melahirkan memang normal. Belum lagi, tugas menyusui dan merawat bayi yang dapat menimbulkan rasa nyeri tambahan di area lengan, bahu dan punggung.  Bila Anda merasakan satu atau bahkan semua keluhan ini, pijat dapat menolong Anda. Pijat adalah pendekatan holistik yang efektif untuk merilekskan otot dan mengurangi rasa sakit tanpa obat.

  • Menyeimbangkan Hormon

Pijat mampu membantu meningkatkan keseimbangan hormon pascamelahirkan. Tingkat hormon estrogen dan progesteron sangat tinggi selama kehamilan dan menurun setelah melahirkan. Sementara kadar hormon prolaktin dan oksitosin meningkat untuk memfasilitasi pemberian ASI. Nah, pijat yang dilakukan oleh terapis berpengalaman dapat mengurangi hormon stres kortisol. Pijat juga dapat mengurangi biokimia alami yang terkait dengan depresi (dopamin dan serotonin) serta masalah kardiovaskular (norepinefrin).

  • Mengurangi Pembengkakan

Cairan tubuh perlu menemukan keseimbangan setelah melalui masa kehamilan, di mana ada peningkatan sekitar 50% volume cairan. Pijat meningkatkan sirkulasi dan drainase limfatik untuk memfasilitasi penghapusan kelebihan cairan dan produk limbah. Ini karena stimulasi jaringan yang diberikan pijatan membantu tubuh Anda untuk mengalihkan air ke tempat yang tepat. Selain itu, pembengkakan juga dipengaruhi oleh hormon, yang mengalami perubahan besar setelah melahirkan. Pijat membantu regulasi hormon, yang juga menurunkan pembengkakan.

  • Tidur Lebih Baik

Sebagian besar ibu baru merasa lelah setelah persalinan dan melahirkan karena harus merawat bayi sepanjang waktu. Pijat akan meringankan kelelahan, meningkatkan relaksasi dan membantu ibu tidur lebih baik. Penelitian telah menunjukkan peningkatan gelombang otak delta (yang menyertai tidur nyenyak) dengan terapi pijat. Itulah mengapa, saat dipijat biasanya kita tertidur.

Anda juga perlu tahu, bahwa tidur cukup adalah kunci untuk pemulihan kondisi tubuh ibu setelah melahirkan. Ya, semuanya membaik bila Anda cukup tidur! Tidak hanya itu, sebuah studi mengkorelasikan tidur yang lebih baik dengan berkurangnya lemak di perut ibu pascabersalin.

  • Mendukung Usaha Menyusui

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi dan setiap bayi berhak disusui. Tetapi menyusui bisa menjadi tantangan tersendiri bagi ibu. Di sinilah manfaat pijat untuk usaha menyusui. Selain membantu meredakan nyeri payudara, terapi pijat dapat meningkatkan sirkulasi dan meningkatkan produksi ASI. Studi menunjukkan bahwa pijat meningkatkan kadar prolaktin, hormon laktasi. Relaksasi di otot dada membuka bahu dan meningkatkan laktasi.

 

Categories
Uncategorized

Kenali penyebab anda beser

Bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. (BAK) adalah kondisi yang membuat tidak nyaman. Sebagian masyarakat sering menyebut kondisi ini sebagai beser. Jika sering mengalaminya, maka Anda harus tahu apa saja yang jadi penyebab beser. Dalam bahasa medis, beser disebut inkontinensia urine. Hal itu terjadi akibat ketidakmampuan seseorang menahan buang air kecil, atau berkemih yang terjadi tanpa disengaja.

Umumnya, beser mengacu pada kondisi seseorang yang sering buang air kecil untuk jeda waktu yang tidak terlalu lama. Orang yang mengalami ini biasanya adalah orang yang konsumsi minumnya banyak. Artinya, apa pun yang masuk ke dalam tubuh, otomatis perlu dikeluarkan melalui saluran kencing.

Penyebab Anda sering beser

Beser tak melulu akibat minum banyak air putih. Bisa jadi, juga karena adanya masalah di dalam tubuh. Entah karena penyakit atau karena ada gangguan lainnya.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan Anda mengalami beser:

  1. Otot-otot di sekitar panggul melemah

Kondisi ini biasanya dialami orang yang sudah tua atau lanjut usia (lansia). Dalam usia tersebut sudah ada kelemahan otot-otot yang bertanggung jawab terhadap buang air kecil, terutama otot-otot di sekitar panggul.

  1. Cedera

Cedera atau gangguan otot yang ada di sekitar panggul juga bisa membuat Anda menjadi beser. Jika Anda mengalami kondisi gangguan otot atau cedera pada sekitar panggul, jangan dibiarkan. Segera periksakan ke dokter.

  1. Pasca melahirkan

Wanita yang habis melahirkan juga bisa mengalami beser karena otot-otot yang ada di sekitar panggul dan kandung kemihnya mengendur, Ini biasanya dialami oleh wanita yang melahirkan secara normal. Jadi, ada kerusakan pada “rem” yang ada di kandung kemih, sehingga ia tidak bisa menahan kencing

  1. Diabetes mellitus

Penyakit ini memang identik dengan selalu kencing atau besar. Ini dinamakan polyuria.  Diabetes terjadi karena terlalu banyaknya gula di dalam darah, sehingga menarik air. Akibatnya, pasien diabetes akan menjadi sering kencing pada malam hari.

  1. Infeksi saluran kencing

Penyakit ini memungkinkan Anda beser. Tapi, selain keluhan beser, biasanya ada keluhan nyeri saat kencing dan keluar cairan. Infeksi saluran kencing sering dialami wanita dan orang awam menyebutnya sebagai anyang-anyangan. Kondisi ini juga bisa terjadi setelah menikah yang disebut dengan honeymoon cystitis, yang membuat kencing terasa sakit dan panas.

  1. Minum kopi

Anda jarang minum, tapi beser? bisa jadi Anda terlalu sering minum kopi. Menurutnya, kopi cenderung membuat seseorang mudah buang air kecil karena sifatnya diuretik.

  1. Gangguan prostat

Gangguan prostat biasanya menyerang pria berusia di atas 60 tahun. Hal tersebut karena prostat terlalu besar dan menekan saluran kencing. Pasien gangguan prostat menjadi sering kencing karena biasanya saat kencing keluarnya sedikit-sedikit atau tidak tuntas.

  1. Batu ginjal

Untuk beberapa kasus tertentu soal beser, bisa jadi Anda mengalami batu ginjal. Batu ginjal adalah butiran mineral yang menyerupai batu yang terbentuk dalam kandung kemih manusia. anda harus waspada jika sering buang air kecil, tapi keluarnya sedikit dan mengalami rasa nyeri. Itulah deretan penyebab yang bisa membuat Anda beser. Jika Anda termasuk orang yang rajin minum, beser bukan jadi masalah. Akan tetapi, jika kondisi beser tersebut diakibatkan beberapa gangguan kesehatan di atas, lebih baik segera periksakan kondisi Anda ke dokter.

 

Categories
Uncategorized

Bolehkah ibu hamil kerokan saat masuk angin

Gangguan kesehatan ‘flu like symptom’ atau yang lebih populer disebut masuk angin atau meriang biasanya menandakan gejala awal timbulnya serangan virus. Tapi, pertanyaannya bolehkah ibu hamil kerokan saat mengalami kondisi tersebut?

Masuk angin atau meriang biasanya ditandai dengan gejala demam, tubuh menggigil, keluar keringat dingin, kembung, pilek, mual, muntah, nafsu makan menurun, dan diare. kondisi masuk angin ini akan membaik dengan sendirinya apabila sistem imun di tubuh Anda bekerja dengan baik.

Dalam istilah medis sendiri tidak dikenal istilah ‘masuk angin’. Yang dikenal adalah sindroma dispepsi atau dispepsia. Kondisi ini merupakan gangguan di daerah perut bagian tengah. Rasa nyeri yang terasa dapat hilang dan timbul kembali, namun bisa juga bertahan.

Hingga kini, salah satu pengobatan yang dipercaya ampuh untuk mengatasi masuk angin adalah mengerok kulit menggunakan uang logam dan minyak, atau lebih familiar disebut dengan istilah kerokan atau kerikan.

Biasanya kerokan dilakukan dengan menggaruk-garuk bagian tubuh, punggung, atau leher orang yang masuk angin agar cepat sembuh. Jika benar masuk angin, orang-orang percaya biasanya bagian yang dkerok akan berubah menjadi warna merah. Namun, bolehkah ibu hamil melakukannya?

Kerokan di masa kehamilan

Merawat ibu hamil yang sakit memerlukan kehati-hatian karena berurusan dengan janin yang dikandungnya. Oleh sebab itu, Anda tak boleh asal memilih teknik pengobatan saat hamil.

Ibu hamil sebenarnya tidak masalah jika menjalani kerokan atau dikerok. Hanya saja, lebih baik tidak dilakukan saat memasuki trimester ketiga, yakni dalam rentang waktu sebelum 37 minggu kehamilan.

“Kalau dikeroknya tidak sampai berdarah-darah tidak apa-apa, boleh-boleh saja. Hanya saja harus hati-hati pada saat memasuki trimester ketiga kehamilan. Karena kalau dikerok, terutama di bagian belikat sama pinggang, bisa memicu hormon oksitosin yang berisiko menyebabkan kontraksi dini,”

Kondisi ini terutama dapat terjadi pada ibu hamil yang usia kehamilannya masih di bawah 37 minggu. Ibu hamil baru aman untuk dikerik setelah usia kehamilannya melewati periode tersebut.

“Pada saat trimester satu atau dua, sebenarnya juga boleh-boleh saja. Akan tetapi, dalam melakukannya jangan terlalu kencang.

Dalam hal ini, mengerok ibu hamil harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Selain itu, penggunaan minyak atau balsam sebagai obat untuk mengerik juga perlu diperhatikan dosis penggunaannya.

Ibu hamil lebih baik dipijat

Sementara kerokan dipercaya ampuh untuk mengatasi masuk angin, dokter justru menyarankan agar ibu hamil yang mengalami gangguan kesehatan tersebut lebih baik diobati dengan dipijat. Dengan pijatan, ibu hamil akan merasa lebih nyaman dan sekaligus bisa menghilangkan rasa pegal di punggung dan pinggang yang disebabkan menanggung beban kehamilan.

“Daripada kerokan, lebih baik dipijat biasa saja. Karena kerokan berisiko memecahkan pembuluh darah kapiler. Bila kerokan terlalu dalam, bisa-bisa terjadi infeksi kulit selulitis,”Kalau ibu hamil tidak enak badan dan usia kehamilannya tidak memungkinkan untuk kerokan, tidak boleh minum obat sama sekali, termasuk yang herbal. Lebih baik minum vitamin dan makan buah. Tapi rekomendasi vitamin harus dari ahli kandungan, bukan yang dibeli bebas,” pungkasnya.

Masa kehamilan tentunya menjadi momen yang amat ditunggu-tunggu bagi pasangan yang menginginkan momongan. Oleh sebab itu, ibu hamil yang sakit atau masuk angin sebaiknya tidak asal memilih cara pengobatan, termasuk kerokan. Bagaimanapun juga, rekomendasi dokter kandungan adalah yang terbaik. Jadi, bila Anda tengah hamil dan masuk angin hingga berhari-hari, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat.

 

Categories
Uncategorized

Buah lebih baik dimakan setelah atau sebelum makan

Buah menawarkan berbagai manfaat baik untuk kesehatan karena kaya akan vitamin dan mineral. Nah, supaya manfaat yang didapat optimal, kapan waktu terbaik makan buah , sebelum atau sesudah makan?

Dokter tak bosan-bosannya menganjurkan Anda untuk memperbanyak asupan buah. Orang-orang yang makan buah secara rutin diketahui memiliki kesehatan yang lebih baik. Risiko terkena penyakit, terutama penyakit kronis, juga menurun. Lebih lengkapnya, konsumsi buah secara teratur dapat menurunkan risiko penyakit stroke dan kardiovaskular lainnya, diabetes tipe 2, melindungi dan melawan kanker, serta menjaga kesehatan yang optimal.

Lebih baik makan buah sebelum atau setelah makan?

Selain anjuran untuk makan buah secara teratur, adakah anjuran untuk kapan waktu yang tepat mengonsumsi buah?

Waktu terbaik untuk makan buah adalah sebagai makanan pertama pada pagi hari setelah mengonsumsi segelas air. Makan buah setelah makan besar tidak terlalu disarankan, karena buah yang dimakan tak dapat diproses dengan baik, sehingga nutrisinya tidak dapat diserap secara optimal.

Setelah makan besar, Anda sebaiknya memberi jeda waktu sekitar 30 menit sebelum makan buah. Idealnya, konsumsi buah sebaiknya 1 jam sebelum makan besar, atau 2 jam setelah makan besar jika Anda memiliki diabetes atau masalah sistem pencernaan seperti keasaman. Biasanya, penderita diabetes juga mengalami masalah pencernaan.

Sebagai variasi, Anda dapat mencampurkan buah dengan yoghurt (selama Anda tidak memiliki gangguan pencernaan atau keasaman). Anda juga bisa mencampurkan buah-buahan seperti nanas, jeruk, melon, atau delima dengan salad sesuai selera. Jika Anda sarapan sereal, buah berry atau buah kering juga bisa dicampurkan.

Berbagai mitos tentang waktu makan buah

Mengenai waktu yang tepat (atau salah) makan buah, di masyarakat beredar beberapa mitos yang kebenarannya tidak jelas. Mitos yang dimaksud antara lain:

  1. Makan buah sebaiknya saat perut kosong

Mitos yang beredar adalah, makan buah dengan makanan lainnya bisa memperlambat pencernaan, bahkan bisa bikin makanan tersebut lama di perut hingga membusuk. Mitos ini juga mengklaim bahwa makan buah dengan makanan lainnya bisa menyebabkan gas, ketidaknyamanan, serta gejala lainnya. Memang benar, serat dari buah dapat membuat lambung kosong lebih lambat. Namun, gejala lain seperti gas dan perut tidak nyaman adalah mitos belaka.

  1. Waktu terbaik untuk makan buah adalah siang hari

Tidak ada penelitian ataupun logika yang membuktikan hal ini. Dikatakan bahwa metabolisme tubuh melambat pada siang hari. Konsumsi makanan yang tinggi gula seperti buah dapat meningkatkan kadar gula darah dan membangunkan sistem pencernaan. Ini tidak benar. Yang benar adalah, makanan yang mengandung karbohidrat untuk sementara waktu akan meningkatkan kadar gula darah saat glukosa diserap, terlepas dari waktu dalam sehari.

  1. Larangan makan buah setelah jam 2 siang

Mitos ini berasal dari metode diet 17 hari. Teorinya adalah, bahwa makan buah (atau karbohidrat apa pun) setelah jam 2 siang meningkatkan gula darah Anda. Sehingga, tubuh tidak punya waktu untuk menstabilkan gula darah sebelum tidur, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

Faktanya, tak perlu khawatir bahwa buah akan menyebabkan gula darah meningkat pada sore hari. Setiap makanan yang mengandung karbohidrat memang akan meningkatkan gula darah saat glukosa diserap. Namun, tidak ada bukti bahwa gula darah akan meningkat lebih banyak setelah jam 2 siang daripada waktu hari lainnya. Selain itu, belum ada bukti bahwa menghindari buah di sore hari memengaruhi berat badan.

Mitos mengenai waktu yang tepat makan buah banyak beredar, tetapi sebaiknya jangan langsung mudah percaya. Tak hanya soal pemilihan buah, Anda juga perlu tahu kapan waktu yang lebih baik dalam mengonsumsi buah-buahan. Waktu terbaik untuk makan buah adalah sebagai makanan pertama pada pagi hari setelah mengonsumsi segelas air. makan buah setelah makan besar tidak terlalu disarankan, karena buah tidak akan diproses dengan baik, sehingga nutrisinya tidak dapat diserap secara optimal.

 

Categories
Uncategorized

Amankah MPASI instan untuk anak

Berbagai fase harus dilewati orang tua dalam membesarkan anak. Setelah masa-masa pemberian ASI ekslusif yang kadang penuh perjuangan, tantangan berikutnya adalah makanan pendamping ASI (MPASI). Mungkin karena ibu harus bekerja, MPASI instan menjadi alternatif jika ada keterbatasan untuk membuat MPASI sendiri di rumah. Namun, banyak ibu yang ragu akan zat gizinya. Sebetulnya, amankah memberikan MPASI instan untuk anak?

MPASI diberikan saat anak sudah menginjak usia 6 bulan. Karena, pada usia tersebut bayi sudah memenuhi beberapa kriteria seperti: kepala sudah mampu tegak, tubuh bayi mulai mampu untuk duduk, serta bayi sudah mulai tertarik dengan makanan. Selain itu, aktivitas bayi juga mulai bertambah, sehingga nutrisi yang diperoleh dari ASI saja tak cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Bagi sebagian orang tua, MPASI menimbulkan dilema tersendiri. Hal ini biasanya terkait dengan pemberian MPASI yang dimasak sendiri atau MPASI instan. Beberapa orang tua meyakini bahwa MPASI yang dibuat sendiri lebih baik, karena kebersihannya bisa dikontrol serta dapat mengukur nutrisi yang diberikan.

Namun, ada pula beberapa pendapat bahwa MPASI instan kebersihannya lebih terjaga, karena produsen lebih teliti serta ditunjang oleh serangkaian teknologi mutakhir, dibandingkan dengan membeli sendiri bahan-bahan pembuatnya di pasar atau supermarket yang sulit diketahui tingkat kebersihannya sebelum dijual.

Pemberian MPASI instan sama sekali tidak dilarang

Jika Anda termasuk orang tua dengan keterbatasan waktu, misalnya karena harus bekerja, tak perlu malu apalagi khawatir untuk memberikan MPASI instan. Pasalnya, kandungan nutrisi dalam MPASI instan yang banyak dijual di swalayan sudah cukup lengkap, meliputi karbohidrat, lemak, protein, zat besi, seng, dan vitamin A. Meski demikian, Anda tetap harus teliti mengecek produk yang akan dibeli untuk memastikan nutrisi tersebut benar-benar ada di dalamnya.

Meski instan, tetapi Anda bisa mengombinasikannya dengan potongan buah dan sayur untuk menambah variasi rasa. Batasi penambahan gula dan garam, karena kebutuhan bayi akan dua bumbu tersebut masih sangat rendah. Jika dikonsumsi secara berlebihan, justru akan meningkatkan risiko penyakit di kemudian hari seperti obesitas, diabetes, hingga gangguan jantung.

Kelebihan dari menyiapkan MPASI sendiri

MPASI yang dibuat sendiri (jika disiapkan dengan benar) sebetulnya memiliki keunggulan, yaitu dari sisi nutrisi dan ekonomis. Dengan biaya yang sama, Anda bisa mendapatkan buah dan sayuran yang lebih banyak dan beragam dibandingkan dengan MPASI instan. Dengan begitu, Anda juga punya kesempatan untuk berkreasi menentukan kombinasi makanan bayi. Bayi pun juga dapat terhindar dari rasa bosan, sehingga ini dapat menjaga antusiasmenya untuk makan.

Kelebihan lainnya adalah, Anda dapat mengetahui dengan lebih rinci makanan apa yang tidak disukai dan makanan apa yang memicu timbulnya alergi.

Membuat MPASI sendiri sebetulnya tidaklah sulit dan tak melulu butuh waktu lama. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan agar Anda tetap memperoleh manfaat makanan tanpa harus membuang waktu dalam pemrosesan.

Sebagai tip, Anda dapat menyiapkan MPASI dalam jumlah besar saat akhir pekan, lalu tempatkan dalam wadah kecil untuk dibekukan. Sehingga, untuk keesokan harinya Anda hanya perlu memanaskannya sebelum diberikan ke bayi.

Anda juga dapat menggunakan makanan yang disediakan untuk orang dewasa di rumah untuk menghemat waktu. Namun, penggunaan gula dan garam harus diminimalkan, terutama sebelum anak berusia 1 tahun.

Jika Anda memiliki keterbatasan waktu dalam menyiapkan MPASI sendiri di rumah, Anda dapat mengandalkan MPASI Instan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak. Memberikan MPASI instan tetap aman, selama Anda mampu memastikan kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya. Sebagai variasi dan supaya anak tidak bosan, Anda juga dapat mengombinasikannya dengan potongan buah dan sayur.

 

Categories
Uncategorized

Tips Singkirkan jamur kuku

Meski sering dianggap bukan bagian krusial dari tubuh, kuku yang terlihat jelek pasti bikin sebagian orang – khususnya wanita – menjadi tidak percaya diri. Pasalnya, kondisi tersebut dapat secara perlahan mengangkat kuku, sehingga kuku tumbuh tidak sempurna dan menusuk. Jika Anda terus menyepelekannya, infeksi jamur kuku bisa menyebar.

Infeksi jamur pada kuku dikenal sebagai onikomikosis. “Selain kuku menjadi bergelombang, infeksi jamur pada kuku juga dapat menyebabkan kuku berubah warna menjadi agak kekuningan atau keputihan, kuku menjadi rapuh, mudah mengelupas, dan lebih kusam.”

Infeksi jamur ini memang lebih sering mengenai kuku kaki. Namun tenang, sebelum jamur kuku semakin berkembang, dilansir dari Medical News Today, ada tips rumahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.

  • Menggunakan baking soda

Ada pengobatan cukup populer yang dapat membantu mengobati jamur kuku, yaitu menggunakan baking soda atau soda kue. Baking soda mampu menyerap kelembapan yang disebabkan oleh jamur kuku.  Dalam sebuah studi kecil, para peneliti mempelajari efek baking soda terhadap hal tersebut. Hasilnya, baking soda mencegah pertumbuhan jamur pada 79 persen spesimen yang diuji. Adapun sisanya, baking soda setidaknya mampu memperlambat pertumbuhan jamur, meski tidak benar-benar memberantasnya.

Cara penggunaan baking soda untuk mengatasi jamur kuku adalah sebagai berikut.

Jika jamur kuku menginfeksi jari kaki, masukkan soda kue ke dalam kaus kaki untuk menyerap kelembapan. Jika yang terinfeksi kuku tangan dan kaki, Anda bisa mengoleskan pasta soda kue langsung ke kuku yang bermasalah dan diamkan selama 10 menit. Setelah itu bilas. Ulangi beberapa kali sehari sampai jamur hilang.

  • Oleskan salep yang mengandung mentol

Salep yang mengandung mentol dapat membantu mengobati jamur kuku. Umumnya, salep jenis ini diperuntukkan meredakan gejala batuk dan pilek. Namun, bila dioleskan pada kuku yang terkena infeksi jamur, hal tersebut juga berkhasiat.

  • Manfaatkan cuka

Meski tidak ada bukti klinis terkait hal ini, sebagian orang percaya bahwa cuka adalah bahan yang efektif untuk membantu menghilangkan jamur kuku. Cara menggunakannya, Anda bisa mengoleskannya langsung pada kuku yang bermasalah. Selain itu, Anda juga dapat merendam jari-jari kaki ke dalam air hangat yang telah dicampur dengan cuka.

  • Campurkan beberapa minyak esensial

Ingin menghilangkan jamur kuku, tapi tak mau kuku dan jari bau tak sedap? Jangan khawatir, dengan cara ini, jari tangan Anda justru akan wangi! Pasalnya, campuran minyak esensial tertentu dapat memiliki efek antijamur.

Adapun campuran minyak esensial yang dimaksud, antara lain minyak lavender, minyak petitgrain, minyak biji clary, minyak ylang ylang, dan minyak melati. Oleskan pada kuku yang bermasalah secara teratur dan tunggu hasil baiknya.

  • Gunakan obat kumur (mouthwash)

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak jenis obat kumur memiliki sifat antijamur sehingga bisa membunuh kuman pada mulut. Karena itulah, mouthwashjuga dipercaya bisa mengatasi masalah jamur kuku. Cobalah rendam kuku tangan atau kuku kaki yang terinfeksi jamur kuku ke dalam baskom berisi larutan tersebut.  Pengobatan infeksi jamur kuku memang relatif lebih lama karena lokasinya. Karena itu, seperti dijelaskan dr. Dyan Mega, dokter pada umumnya akan memberikan terapi oral agar lebih efektif menembus jaringan kuku yang tebal. Jadi, bila jamur di kuku jari Anda tak kunjung hilang setelah menggunakan bahan rumahan di atas, jangan lekas putus asa. Setiap pengobatan—apalagi yang bersifat rumahan—membutuhkan waktu yang lebih panjang. Akan tetapi, bila infeksi jamur Anda semakin parah, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

 

Categories
Uncategorized

Fase demam berdarah

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kasus hingga tanggal 3 Februari 2019 adalah 16.692 dengan 169 orang meninggal dunia. Kasus terbanyak ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT, dan Kupang. Katanya, fase demam berdarah mirip pelana kuda, yang pada dasarnya dibagi dalam tiga fase. Apa saja? Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah. Tak heran, penyakit ini masih menjadi salah satu langganan masalah kesehatan di Tanah Air.

Secara garis besar, tanda dan gejala demam berdarah diawali dengan demam yang mendadak tinggi. Jika diukur dengan termometer, suhu tubuh bisa menyentuh angka 39-40 derajat Celcius.

Selain demam, biasanya disertai dengan nyeri kepala, menggigil, nyeri di belakang mata, nyeri seluruh badan, lemas, nafsu makan menurun, hingga disertai bercak-bercak kemerahan pada kulit.

Tiga fase demam berdarah

Setiap tanda dan gejala yang muncul merupakan fase atau perjalanan penyakit demam berdarah. Secara teori, terdapat tiga fase, yaitu:

1. Fase demam

Fase demam adalah yang pertama terjadi saat virus dengue masuk ke dalam tubuh. Tanda awal yang khas adalah demam tinggi secara tiba-tiba dan terus-menerus. Pada fase ini, demam bisa bertahan selama 2-7 hari.

Pada fase demam, Anda tak perlu panik. Saat di rumah, Anda tetap bisa membantu mengurangi rasa tak nyaman akibat demam dengan konsumsi obat penurun demam (seperti parasetamol) setiap 4 jam sekali, perbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi, serta kompres air hangat di lipat tubuh seperti ketiak dan lipat paha.

Jika dalam 3 hari demam tak membaik dan tubuh penderita makin lemas, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang dibutuhkan.

2. Fase kritis

Setelah fase demam, suhu tubuh penderita akan mulai turun, begitu juga kadar trombosit dalam tubuh. Biasanya, penderita akan merasa lebih segar dan sehat, sehingga bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Namun, inilah saatnya Anda untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, setelah melewati demam tinggi, suhu tubuh yang sudah menurun dan hampir mencapai suhu normal merupakan tanda dari fase kritis.

Fase kritis dapat bertahan selama 2-3 hari. Meskipun suhu tubuh penderita menurun, tetapi Anda perlu waspada karena pada fase ini penderita mudah mengalami syok yang ditandai dengan kaki dingin, nyeri pada perut yang tak tertahankan, bahkan muncul perdarahan spontan seperti mimisan dan buang air besar berdarah.

Pada kasus demam berdarah, fase ini bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Oleh sebab itu, pada fase ini penderita perlu dipantau setiap saat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Fase penyembuhan

Terakhir adalah fase penyembuhan. Fase ini ditandai dengan kembalinya demam pada penderita. Demam ini wajar dan tak perlu ditakutkan karena akan diiringi dengan peningkatan trombosit dan kembali normalnya jumlah sel darah putih dalam tubuh.

Pada fase penyembuhan, penderita dapat merasakan kondisi tubuh yang lebih segar dan sehat, kadang disertai dengan rasa gatal pada ruam kulit, dan meningkatnya nafsu makan. Seorang penderita dewasa dapat mengalami fase penyembuhan hingga 2 minggu ke depan.

Jika diperhatikan, tiga fase demam berdarah memang tampak seperti bentuk pelama kuda. Pada fase awal demam mendadak tinggi, kemudian mengalami penurunan suhu, serta diakhiri dengan peningkatkan suhu tubuh lagi yang diikuti dengan kembalinya jumlah trombosit dalam tubuh. Kenali tanda dan gejalanya agar komplikasi demam berdarah seperti syok dapat dihindari. Jangan lupa juga untuk selalu menerapkan prinsip “3M plus” untuk mencegah demam berdarah di lingkungan sekitar.

Categories
Uncategorized

Pantangan makanan untuk penderita sakit lambung

Apa yang terjadi di perut Anda sangat bergantung pada apa yang Anda makan setiap hari. Misalnya saja, Anda punya sakit lambung (entah itu mag atau GERD), tapi Anda tidak mengetahui makanan dan minuman apa yang sebaiknya dihindari. Hal itu tentu akan membuat sakit lambung sering kambuh.

Lambung adalah tempat makanan dicerna dan sejumlah sari-sari makanan diserap. Organ yang bentuknya menyerupai huruf J ini berdinding tebal, dan terletak di sebelah kiri atas rongga perut, tepat di bawah diafragma. Jika fungsi lambung terganggu, Anda akan merasakan beberapa gejala, seperti kembung, mual, muntah, nyeri pada bagian ulu hati, dan nyeri perut setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Hindari 5 makanan ini

Untuk itu, Anda yang menderita sakit lambung, harus berhati-hati dalam memilih makanan. Bila asal mencomot makanan, kondisi lambung akan semakin memburuk dan frekuensi kekambuhan bisa meningkat. Pantangan makanan bagi penderita sakit lambung, antara lain:

  • Makanan pedas dan asam

Ya, katakan selamat tinggal pada makanan pedas dan asam. Meski enak di lidah, keduanya sangat tidak baik untuk kesehatan lambung Anda yang sudah bermasalah. ketika masuk ke dalam saluran pencernaan, makanan pedas dapat mengiritasi lapisan mukosa lambung. Konsumsi makanan pedas juga dapat meningkatkan sekresi atau pengeluaran asam lambung sekaligus menurunkan kekuatan lapisan pelindungnya. “Kondisi lambung akan semakin parah jika Anda makan makanan pedas yang dikonsumsi berbarengan dengan makanan asam, misalnya saja rujak buah asam dengan bumbunya yang pedas atau sup tom yam khas Thailand,”

  • Makanan berlemak

Makanan berlemak (Kuruneko/Shutterstock), Makanan yang digoreng secara deep fry dan produk olahan susu yang tinggi lemak adalah contoh makanan berlemak yang sebaiknya dikurangi penderita sakit lambung. Penyebabnya, makanan berlemak butuh waktu lebih lama untuk dicerna tubuh dan pengosongan lambung pun akan menjadi lebih lama. Sebuah penelitian pernah dilakukan pada 134 pasien mag. Mereka disarankan untuk menerapkan diet tinggi lemak selama beberapa waktu.

Hasilnya, kelompok yang masih mengonsumsi makanan tinggi lemak mengalami penyembuhan lebih lama, meski sudah diberikan pengobatan. Sementara mereka yang menjauhi makanan berlemak dan menjalani pengobatan dengan benar bisa sembuh lebih cepat.

  • Makanan dan minuman berkafein

Bicara soal kafein, mungkin yang terpikirkan oleh Anda hanyalah kopi. Padahal, teh dan cokelat juga mengandung kafein yang juga sama buruknya untuk lambung. Kafein dalam secangkir kopi berkisar 95-200 mg, sedangkan kopi instan mengandung 27-173 mg kafein. Lalu, bagaimana dengan teh? Secangkir teh hijau mengandung 24-25 mg kafein, sedangkan teh hitam mengandung 14-70 mg kafein. Sementara itu, dalam secangkir cokelat hangat terkandung 10-70 mg kafein. Bila Anda mengunyah cokelat batangan, Anda mengonsumsi 20-60 mg kafein.

Kafein bersifat stimulan yang dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memperparah gejala sakit lambung Anda. “Lagi pula, kafein pun dapat merangsang kontraksi usus dan meningkatkan risiko diare atau nyeri perut. Jadi, sebaiknya dihindari saja,

  • Minuman berkarbonasi

Mengonsumsi minuman berkarbonasi dapat meningkatkan tekanan pada lambung karena gas yang dilepaskan oleh minuman tersebut. Gelembung gas akan mendorong lambung, meregangkan, sekaligus memaksa sfinger esofagus untuk terbuka. Pada akhirnya, gas dari minuman bersoda pun memicu gejala refluks asam.

  • Beberapa jenis sayuran, buah, dan herbal

Bila Anda memiliki masalah lambung, sebaiknya hindari beberapa jenis sayur, buah, dan herbal, seperti tomat, jeruk, daun mint, kol, sawi, dan selada. Semua yang telah disebutkan itu meningkatkan produksi gas dalam lambung sehingga membuat perut tidak nyaman.

Tomat sendiri memiliki kandungan sitrat dan asam lamat yang dapat membuat refluks asam terjadi, begitu pula dengan jeruk. Adapun daun mint dapat menciptakan sensasi heartburn yang sangat menyakitkan.

Itu dia lima pantangan makanan dan minuman yang sebaiknya benar-benar dihindari oleh penderita sakit lambung. Selain menghindari makanan tersebut secara konsisten, Anda juga harus mengimbanginya dengan makan secara teratur dan mengelola stres dengan baik. Dengan cara ini, frekuensi kekambuhan sakit lambung akan lebih jarang terjadi.

 

Categories
Uncategorized

Ketahui Penyebab Vagina gatal

Vagina gatal menjadi salah satu keluhan yang mungkin pernah dialami wanita sepanjang hidupnya. Kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas, bahkan menurunkan kualitas hidup wanita yang mengalaminya.

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab vagina gatal. Beberapa penyebab yang paling sering, di antaranya:

  1. Iritan

Vagina yang terpapar bahan iritan sangat mungkin mengalami iritasi dan reaksi alergi. Adanya kondisi ini menyebabkan munculnya ruam kemerahan yang terasa gatal di bagian vital tersebut.

Beberapa iritan yang dimaksud, meliputi :

  • Sabun mandi mengandung detergen
  • Semprotan feminine
  • Vaginal douche
  • Kontrasepsi topikal (oles)
  • Pelembut kain
  • Kertas toilet beraroma
  1. Penyakit kulit

Beberapa penyakit kulit seperti eksem (atau lebih dikenal dengan sebutan eksim)  dan psoriasis dapat menyebabkan kemerahan dan gatal pada area genital, baik pada pria maupun wanita. Eksim juga dikenal sebagai dermatitis atopik adalah ruam yang terutama terjadi pada orang dengan riwayat asma atau alergi. Ruam ini berupa kemerahan dan gatal dengan tekstur kulit yang bersisik. Kondisi ini dapat menyebar ke vagina pada beberapa wanita dengan eksim. Sementara itu, psoriasis adalah penyakit kulit yang menyebabkan munculnya bercak merah bersisik dan gatal di kulit kepala maupun persendian. Terkadang kondisi ini juga dapat terjadi pada area vagina.

  1. Infeksi jamur

Jamur secara alami terdapat pada vagina. Akibat satu dan lain hal, jamur-jamur tersebut bisa saja mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali dan menyebabkan terjadinya infeksi. Saat terjadi infeksi jamur di bagian vagina, keluhan yang akan terjadi umumnya berupa sensasi gatal berlebih dan perasaan terbakar di sekitar vagina. Pada kasus lebih lanjut, infeksi jamur di vagina dapat menyebabkan lendir keputihan sangat kental menyerupai keju dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

  1. Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri terjadi saat keseimbangan flora normal yang hidup di dalam vagina mengalami gangguan. Sama halnya dengan infeksi jamur, kondisi ini juga dapat menyebabkan vagina gatal dan memicu terjadinya keputihan abnormal dengan ciri-ciri lendir berwarna putih ke abu-abuan dan berbau amis.

  1. Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual atau IMS seperti infeksi chlamydia, kutil kelamin, gonore, herpes genital dan trikomoniasis bisa saja terjadi akibat perilaku seksual yang tidak sehat. Salah satu keluhan yang terjadi akibat kondisi tersebut adalah vagina gatal.

  1. Menopause

Tahukah Anda bahwa menopause juga bisa menyebabkan terjadinya gatal pada vagina? Keadaan tersebut bisa terjadi akibat kadar estrogen yang berkurang selama menopause, sehingga menyebabkan atrofi vagina. Ini adalah penipisan mukosa vagina yang dapat menyebabkan kekeringan berlebihan sehingga memicu gatal dan iritasi.

  1. Stres

Meski jarang, stres fisik dan emosional juga dapat menyebabkan vagina teriritasi dan terasa gatal. Ini karena stres membuat sistem kekebalan tubuh menurun, sehingga infeksi di seluruh bagian tubuh termasuk vagina lebih mudah terjadi.

  1. Kanker vulva

Pada kasus yang jarang, vagina gatal dapat menjadi salah satu gejala dari kanker vulva. Kanker jenis ini berkembang pada area luar kelamin wanita, yang meliputi bibir dalam dan luar vagina, klitoris dan pembukaan vagina. Vagina gatal yang terjadi akibat kanker vulva biasanya disertai dengan perdarahan abnormal dan rasa nyeri pada area vulva. Vagina gatal dapat disebabkan oleh banyak hal yang tak melulu sepele. Oleh karena itu, apabila Anda mengalami vagina gatal yang tak kunjung hilang disertai munculnya luka di sekitar organ vital, nyeri berlebihan, masalah buang air kecil atau keluarnya cairan abnormal dari vagina, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Semakin cepat dideteksi dan diobati, kemungkinan untuk sembuh akan semakin tinggi.