Categories
Uncategorized

Kenali Penyebab Sering sendawa

Sendawa – atau bahasa bakunya adalah serdawa – adalah kondisi normal yang bisa dialami semua orang dalam kehidupan sehari-hari. Sendawa adalah refleks tubuh yang berusaha untuk mengeluarkan udara dari perut melalui mulut. Namun, ada kalanya Anda sering sendawa jangka waktu tertentu, sehingga bisa mengganggu aktivitas. Apa, sih, penyebab Anda sering sendawa ini?

Sendawa bisa meredakan sakit perut. Namun, jika terjadi terlalu sering, bisa jadi itu adalah tanda dari gangguan kesehatan tertentu. Jika beberapa waktu belakangan Anda sering sendawa, di bawah ini dalah kemungkinan penyebabnya.

  • Aerophagia

Aerophagia adalah kondisi seseorang menelan udara secara berlebihan, disadari maupun tidak. Menelan udara bisa terjadi saat Anda sedang makan, minum, berbicara, atau tertawa. Setiap kali menelan makanan, sekitar 8-32 ml udara akan ikut masuk ke dalam perut bersamaan dengan makanan yang Anda makan. Ada juga beberapa kondisi lainnya yang membuat Anda berisiko menelan udara dalam jumlah yang lebih banyak. Beberapa contohnya seperti minum dengan sedotan, berbicara saat makan, mengunyah permen karet, merokok, menggunakan gigi palsu yang tidak pas, atau bernapas melalui hidung.

  • Konsumsi jenis makanan atau minuman tertentu

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang bisa membuat Anda sendawa lebih sering, khususnya yang mengandung banyak gas. Gas tersebut bisa kembali naik lewat kerongkongan dan keluar melalui mulut. Makanan dan minuman yang dimaksud adalah minuman berkarbonasi, kacang-kacangan, brokoli, kubis, bawang, kol, pisang, kismis, dan roti gandum.

  • Penggunaan obat-obatan

Selain makanan atau minuman, obat-obatan tertentu juga bisa berisiko membuat Anda sering sendawa. Di antaranya adalah obat diabetes acarbose, obat pencahar laktulosa atau sorbitol, dan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau aspirin. Perlu diketahui pula bahwa penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan berisiko menyebabkan sakit mag. Nah, mag itu sendiri bisa menyebabkan Anda jadi sering sendawa.

  • Masalah kesehatan tertentu

Faktanya, sendawa 4 kali setelah makan dianggap normal. Namun, jika frekuensinya lebih sering dan cenderung menetap, bisa jadi itu merupakan tanda adanya masalah kesehatan yang meliputi:

  • Gastroesophageal reflux disease(GERD). Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik kembali ke arah atas menuju kerongkongan.
  • Infeksi bakteri  pylori, yaitu infeksi yang terjadi di dalam perut akibat bakteri. Infeksi ini dapat mengakibatkan luka.
  • Tukak lambung, yaitu luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding tersebut.
  • Intoleransi laktosa, yaitu ketidakmampuan usus untuk mencerna laktosa dengan baik. Umumnya, laktosa merupakan suatu bahan yang ditemukan dalam produk-produk susu.
  • Malabsorpsi fruktosa atau sorbitol Ketidakmampuan usus untuk mencerna karbohidrat fruktosa dan sorbitol dengan baik. Lima kondisi di atas tak bisa langsung diidentifikasi hanya dengan menilai gejala sendawa yang Anda alami. Diperlukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik dan mungkin tes penunjang lebih lanjut untuk menegakkan diagnosis penyakit.

Namun, jika penyebab Anda sering sendawa bukan karena alasan medis, Anda bisa meredakannya dengan langkah-langkah di bawah ini :

  • Makan atau minum lebih lambat untuk mengurangi udara yang masuk ke tubuh.
  • Tidak mengonsumsi makanan seperti brokoli, kol, kacang-kacangan (beans), atau produk olahan susu.
  • Jauhi minuman berkarbonasi seperti soda atau bir.
  • Tidak mengunyah permen karet.
  • Berhenti merokok.
  • Berjalan setelah makan untuk membantu melancarkan pencernaan.
  • Konsumsi antasid.

Sendawa memang umumnya normal terjadi sehari-hari. Namun, Anda patut curiga jika sendawa terlalu sering dan berkepanjangan, karena bisa jadi ada masalah dalam tubuh. Periksakan keluhan tersebut, apalagi jika sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, agar penyebabnya bisa segera ditemukan.

 

Categories
Uncategorized

Efek buruk kebiasaan menggigit kuku

Beberapa orang memiliki kebiasaan menggigit kuku, Terkadang, saking asyiknya menggit kuku, tanpa disadari kuku sudah sangat mendekati kulit hingga berdarah. Tak hanya merusak penampilan kuku dan jari, kebiasaan yang sulit dihentikan itu bisa mencederai kesehatan.

Menurut sebuah studi yang dimuat dalam American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics, menggigit kuku bisa menjadi pertanda ketidakseimbangan emosional. Menggigit kuku atau disebut juga onikofagia, menurut para ahli, adalah semacam tanda bahwa Anda ketakutan atau kelelahan yang dapat memacu perilaku stres yang berhubungan dengan mulut lainnya. Misalnya, mengigit pensil, menggigit (atau mengelupasi) bibir, dan merokok.

Waspadai efek buruk ini

Kuku Anda menyimpan berbagai jenis kuman, terutama dari keluarga Enterobacteriaceae yang meliputi salmonela dan E. Coli.

Tak heran kebiasaan menggigit kuku dapat menimbulkan sakit perut dan sederet masalah kesehatan lain. Seperti dilansir dari Prevention, beberapa masalah kesehatan tersebut adalah:

  • Infeksi parah

Ketika menggigit kuku terlalu besar, Anda mengekspos kulit halus di bawah kuku dan membiarkannya terkena bakteri atau patogen di mulut Anda. “Mulut manusia penuh dengan bakteri. Artinya, Anda dapat dengan mudah menginfeksi diri Anda sendiri, Salah satu bentuk infeksi yang paling umum disebut paronikia, yang dapat menyebabkan pembengkakan, kemerahan, nyeri, dan benjolan berisi nanah. Infeksi itu dapat bertahan selama berminggu-minggu pada suatu waktu.

  • Peradangan

Komposisi kimia dalam air liur Anda memungkinkan untuk memecah lemak dan molekul makanan lainnya. “Akan tetapi, meski membantu pencernaan Anda, air liur juga dapat merusak kulit ujung jari jika Anda terus-menerus menempelkannya di mulut, Untuk alasan yang sama, menjilati bibir dapat menyebabkan bibir menjadi pecah-pecah. “Tanpa Anda sadari, air liur sebenarnya dapat merusak kulit Anda.”

  • Sakit perut

Memasukkan jari Anda ke dalam mulut “memberikan akses” pada mikroorganisme jahat masuk ke dalam tubuh Anda. “Tangan Anda bersentuhan dengan semua jenis kuman dan patogen, dan cenderung ‘terjebak’ di bawah kuku, Jadi, jangan heran jika Anda lebih mudah terserang beragam penyakit dari yang ringan hingga berat, misalnya pilek, radang tenggorokan, hingga virus perut yang serius.

Kuku tumbuh ke dalam Kuku mengandung lapisan generatif yang disebut “matriks”. Ini semacam tempat tidur di mana semua sel kuku Anda tumbuh, Nah, menggigit kuku dapat merusak matriks itu. “Dampaknya, kuku bisa saja tumbuh ke dalam atau mengalami kelainan bentuk kuku,”

  • Kutil wajah

Pilih kutil, dan bahan menularnya bisa masuk ke atau di bawah kuku Anda. Sentuh wajah atau mulut Anda dengan kuku-kuku yang terkontaminasi, dan Anda bisa berakhir dengan kutil di wajah atau leher Anda

  • Herpes

Jika Anda menderita herpes, oral – yang diderita sekitar 40 persen orang dewasa – Anda dapat menginfeksi jari-jari dengan virus tersebut. Hal ini bisa mengakibatkan demam. Biasanya, gejala pertama yang dirasakan adalah sakit yang membakar dan kesemutan di ujung jari Anda yang terinfeksi. Setelah satu atau dua minggu, Anda juga bisa mengalami luka berisi cairan atau darah yang akan bertahan selama dua minggu.

  • Perubahan permukaan gigi

Kebiasaan menggigit kuku dapat pula merusak kesehatan gigi Anda. Hal ini dapat menyebabkan perubahan permukaan gigi pada rahang atas dan rahang bawah gigi.

Tips berhenti menggigit kuku

Meski terkesan sederhana, banyak orang kesulitan untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku. Jika sudah telanjur sangat parah dan berefek buruk, Anda dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional untuk mendiskusikan solusi yang terbaik.

Namun, apabila Anda merasa masih bisa mengatasinya, beberapa cara dapat Anda terapkan.

  • Berpikirlah untuk berhenti menggigit kuku. Saat Anda mulai atau sedang menggigiti kuku, segera hentikan hal tersebut.
  • Tahan keinginan Anda untuk mengigigiti kuku dalam waktu apa pun, secemas atau sebosan apa pun Anda.
  • Gunakan cat kuku atau kuteks. Ketika mulai menggigit kuku, Anda akan secara otomatis menghentikan kegiatan tersebut karena kuku yang menggunakan kuteks terasa pahit dan tidak enak. Kandungan dalam cat kuku sangat berbahaya bila tertelan.
  • Bila penyebab Anda sering menggigiti kuku karena penyakit lain, seperti gangguan kejiwaan obsesif kompulsif, maka Anda membutuhkan pertolongan seorang dokter.

Bila Anda punya kebiasaan menggigit kuku, segera hentikan mengingat efek buruk yang tidak bisa diabaikan. Untuk menghentikan kebiasaan buruk ini, Anda dapat menerapkan tips-tips di atas. Akan tetapi, bila kebiasaan menggigit kuku terjadi akibat gangguan kejiwaan atau kecemasan tertentu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau psikolog.

 

Categories
Uncategorized

Sudahkah anda cukup makan serat ?

Serat adalah salah satu nutrisi yang perlu dicukupi oleh setiap manusia. Asupannya bisa didapatkan dari sayuran dan buah-buahan. Bila Anda tidak cukup makan serat, metabolisme tubuh akan terganggu, termasuk timbulnya masalah pencernaan.

Serat juga menguntungkan bagi Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan ataupun menjaga agar berat badan tetap ideal,” ujar dr. Karin.

Terkait hal di atas, serat juga dapat memperlambat pengosongan lambung, sehingga membantu kenyang lebih lama. Dengan demikian, akhirnya Anda tidak tergoda untuk mengambil camilan atau mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak.

Namun, sering kali Anda tidak tahu apakah sudah cukup serat atau belum. Anda mungkin juga tidak paham bagaimana mengukur kecukupan serat Anda. Jadi sebaiknya, ketahuilah tanda-tanda tubuh membutuhkan asupan serat.

Tanda Anda membutuhkan serat lebih banyak

Kebutuhan serat pada masing-masing kategori usia bisa berbeda-beda. Dijelaskan oleh dr. Karin, orang dewasa harus mengonsumsi serat setiap harinya sebanyak 25-30 gram. Jumlah tersebut sebaiknya didapatkan dari makanan, bukan dari suplemen.

Hanya saja, konsumsi serat bagi kebanyakan orang masih sangat rendah, termasuk di Indonesia. Sehingga, Anda perlu meningkatkan asupan serat harian jika masih di bawah standar yang disebutkan di atas.

Hanya saja, mengecek kebutuhan serat tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meski begitu, Anda bisa tahu bahwa Anda cukup serat atau tidak lewat beberapa tanda di bawah ini:

  1. Sembelit

Salah satu cara untuk mengukur apakah Anda cukup serat atau tidak, bisa dilihat dari sembelit atau tidak. Jika Anda sudah lama tidak buang air besar (BAB), tandanya asupan serat Anda mungkin terlalu rendah. Untuk itu, makanlah lebih banyak buah-buahan dan sayuran yang kaya serat seperti brokoli, bayam, jeruk, pir, dan beri (yang semuanya juga memiliki kandungan air yang tinggi). Lalu mengonsumsi air yang cukup adalah kunci untuk menjaga pencernaan Anda tetap berfungsi dengan baik.

  1. Selalu merasa lapar

Makanan rendah serat memuaskan jiwa, tetapi sebenarnya tidak begitu efektif untuk membuat Anda kenyang dalam jangka waktu yang lama. Mengonsumsi serat akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Karena serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna daripada karbohidrat yang diproses dengan cepat.

Dengan merasa kenyang setelah makan, Anda pun menjadi termotivasi untuk mengatur porsi makan dan keinginan Anda untuk makan lebih banyak. Pada akhirnya, hal ini juga membantu Anda tetap memiliki berat badan yang ideal.

Demikianlah tanda bahwa Anda butuh lebih banyak serat setiap harinya. Pada akhirnya, Anda akan mendapatkan kebaikan ketika mengonsumsi cukup serat. Tapi ingat, segala sesuatu yang berlebihan juga bisa merugikan kesehatan.  Karena terlalu banyak makan serat, bisa berakibat timbulnya beragam gangguan pencernaan seperti kembung, konstipasi, diare, dan kram perut.

Categories
Uncategorized

Gangguan kesehatan akibat asam urat

Asam urat tinggi terus menjadi momok bagi setiap orang. Pasalnya, keadaan yang lebih sering terjadi pada pria usia 40 tahun ke atas ini bisa menyebabkan berbagai keluhan yang mengganggu aktivitas hingga menurunkan kualitas hidup. Bahkan, jika tidak dikendalikan, asam urat tinggi bisa menyebabkan datangnya penyakit yang lebih gawat lagi.

Faktanya, tingginya asam urat dalam darah dapat menimbulkan penyakit radang sendi yang disebut gout. Ini adalah sejenis keluhan yang terjadi akibat penumpukan kristal urat di persendian seluruh tubuh, yang menyebabkan terjadinya reaksi peradangan.

Gout bisa disebabkan kondisi selain asam urat

Penyakit gout awalnya berasal dari makanan. Apabila Anda banyak mengonsumsi makanan yang tinggi purin seperti daging merah, jeroan, seafood, dan minuman beralkohol maupun minuman manis, maka zat purin akan menumpuk di dalam darah. Lantas, purin akan diubah oleh tubuh menjadi asam urat.

Secara normal, asam urat akan dibuang oleh ginjal melalui urine. Namun, apabila Anda mengonsumsi terlalu banyak makanan yang tinggi purin, maka tidak semua asam urat yang menumpuk dapat dikeluarkan oleh ginjal. Alhasil, zat tersebut akan terus menumpuk dan berpotensi menimbulkan gout.

Perlu Anda tahu, gout sebenarnya tak hanya bisa disebabkan oleh pola makan tinggi purin saja. Keadaan ini juga bisa terjadi akibat obesitas atau kelebihan berat badan. Sebab orang dengan berat badan berlebih akan memproduksi asam urat dalam jumlah tinggi. Selain itu, adanya penyakit ginjal, tekanan darah tinggi atau hipertensi, diabetes, sindrom metabolik, dan penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gout. Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan gout juga harus berhati-hati, karena lebih berisiko mengalami kondisi tersebut.

Kenali gejala gout

Gejala gout adalah bengkak, merah, panas, dan hangat pada area yang terkena. Keluhan-keluhan ini dapat bertahan hingga 12 jam. Namun, rasa tidak nyaman yang dapat mengganggu gerak tubuh bisa berlangsung dan bertahan selama beberapa hari.

Gejala-gejala gout paling sering terjadi di ibu jari kaki dan menyerang secara tiba-tiba di malam atau pagi hari saat bangun tidur. Keluhan yang paling mengganggu dari gout adalah rasa nyeri yang begitu hebat sampai bisa membangunkan penderita dari tidurnya.

Atas dasar itu, penderita gout harus benar-benar mengontrol kadar asam urat agar tidak terlalu tinggi. Apabila tidak, gout dapat kambuh-kambuhan dan bertambah parah dari waktu ke waktu. Bila sudah telanjur parah, penderita akan mengalami perubahan pada struktur sendi yang terkena dan batu ginjal.

Mencegah gout

Sebelum semua keluhan yang disebabkan oleh asam urat tinggi terlanjur terjadi, segera lakukan upaya pencegahan sekarang juga. Caranya, kurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung purin tinggi. Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan cairan setiap hari dengan minum banyak air putih.

Sementara itu, bagi Anda yang kelebihan berat badan atau obesitas, segerakan untuk memulai program penurunan berat badan dengan menjaga makan seimbang dan rutin berolahraga. Jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut dokter gizi untuk mencari tahu diet yang paling tepat.

Jika Anda sudah terlanjur menderita gout, segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat. Dokter akan memberikan obat antiradang dan antinyeri untuk mengatasi gejala yang Anda alami. Setelah reda, dokter akan memberikan obat untuk menurunkan kadar asam urat yang harus dikonsumsi sesuai dosis dan anjuran. Jangan abai untuk senantiasa berupaya mengendalikan kadar asam urat Anda agar tidak tinggi.

 

Categories
Uncategorized

Manfaat Potasium

Potasium atau kalium adalah salah suatu hal yang dibutuhkan oleh manusia. Biasanya, zat ini didapatkan dari sayuran dan buah. Ada beberapa alasan memang mengapa Anda butuh potasium setiap harinya, karena manfaat potasium amat baik bagi tubuh.

Potasium adalah mineral yang dapat membantu sel tubuh Anda bekerja dengan cara yang benar. Asal Anda tahu, saraf dan otot -termasuk jantung Anda- mungkin tidak berfungsi sebagaimana mestinya jika tubuh tidak cukup mendapatkan asupan potasium.

Kalium juga sangat penting untuk mengendalikan tekanan darah. Jadi, bagi Anda yang memiliki tekanan darah tinggi, konsumsi makanan yang mengandung zat ini amat disarankan.

Kandungan potasium sendiri paling banyak ditemukan pada pisang. Dalam satu buah pisang bisa mengandung sekitar 422 miligram potasium. Sedangkan, kebutuhan potasium harian orang dewasa (14 tahun atau lebih) sekitar 4.700 miligram potasium. Untuk ibu menyusui membutuhkan jumlah yang lebih banyak, yakni 5.100 miligram.

Sementara itu kebutuhan potasium harian untuk anak bisa berbeda-beda tergantung dari usianya. Berikut ini adalah rinciannya:

  • 0-6 bulan: 400 miligram
  • 7-12 bulan: 700 miligram
  • 1-3 tahun: 3.000 miligram
  • 4-8 tahun: 3.800 miligram
  • 9-13 tahun: 4.500 miligram

Alasan Anda butuh potasium

Berikut ini adalah manfaat potasium yang kemudian menjadi alasan mengapa Anda harus mencukupi kebutuhan potasium setiap harinya:

  1. Melawan osteoporosis

Seiring bertambahnya usia, tulang cenderung rapuh. Selain itu, banyak konsumsi daging dan susu dapat menyebabkan tubuh terlalu banyak mengandung asam, sehingga lebih cepat melemahkan tulang. Makanan yang kaya potasium seperti buah-buahan dan sayuran dapat memperlambat hal tersebut.

  1. Mencegah batu ginjal

Lebih banyak asam dalam tubuh bisa memicu timbulnya batu ginjal.Nah, asupan potasium bisa membantu menghilangkan asam yang menyebabkan batu ginjal dan mencegah batu-batu yang menyakitkan tersebut terbentuk.

  1. Membantu kinerja otot

Anda membutuhkan jumlah potasium atau kalium yang tepat di dalam sel tubuh agar otot dapat bekerja dengan baik. Perlu diketahui, terlalu sedikit atau terlalu banyak justru bisa membuat otot-otot lemah atau membuatnya terjepit, sehingga tidak berfungsi dengan baik.

  1. Membantu mencegah tekanan darah tinggi

Natrium dalam garam dapat menyebabkan stroke, penyakit jantung, dan gagal jantung. Tetapi, potasium dapat membantu Anda menyingkirkan natrium dan meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah.

  1. Membantu mencegah stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah terbatas atau terputus ke bagian otak, sering kali karena pembuluh darah pecah atau tersumbat. Tekanan darah tinggi dapat membuat kondisi tersebut semakin parah. Tapi, kalium bisa mencegahnya jika kadarnya tepat. Tanda-tanda stroke termasuk bicara cadel, kelemahan lengan, atau terkulai di satu sisi wajah pun bisa dihindari. Jika Anda mengalaminya, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Kekurangan dan kelebihan potasium

Jika Anda tidak memiliki cukup potasium (hipokalemia), otot bisa menjadi lemah, sehingga membuat Anda sering lelah, kram atau sembelit. Hal ini sangat mungkin terjadi bila Anda tidak mendapatkan cukup potasium dalam sehari-hari.

Selain itu, kelebihan potasium (hiperkalemia) juga bisa berbahaya. Bayi, orang tua, dan orang yang memiliki masalah ginjal lebih mungkin untuk mengalaminya. Hati-hati, Anda pun bisa mengalami hiperkalemia jika menggunakan obat-obatan tertentu atau tubuh tidak menghasilkan cukup hormon.

Sementara itu, selain pisang, manfaat potasium bisa Anda peroleh lewat mengonsumsi kentang, tomat, jeruk, dan biji-bijian. Pastikan Anda mencukupi kebutuhan akan potasium supaya terhindar dari berbagai masalah di atas.