Categories
Uncategorized

Waspada sering pusing dipagi hari

Pagi hari seharusnya dimulai dengan pikiran yang segar dan tubuh yang bugar. Namun, ada kalanya pusing bisa menyerang saat anda bangun pagi. Ketahui berbagai penyebabnya agar Anda dapat lebih waspada.

Pandangan mata yang terlihat kabur dan kepala terasa pening bisa jadi gejala dari pusing. Kondisi tersebut biasanya membuat Anda malas untuk beranjak dari tempat tidur dan akhirnya kembali tertidur dalam waktu yang sangat lama.

Bila Anda mengalaminya, jangan sampai diabaikan. Bisa jadi hal tersebut adalah tanda dari berbagai macam gangguan kesehatan, misalnya adanya penyakit serius pada kepala. Pusing diartikan sebagai perasaan melayang, kepala terasa ringan, atau berputar. Kondisi ini merupakan gejala umum yang dapat dialami oleh siapa saja, dan kapan saja. Penyebab pusing pun bisa beragam, mulai dari masalah fisik hingga psikis.

Kondisi yang harus diwaspadai dapat menyebabkan pusing

Karena penyebab yang bisa berbeda-beda pada setiap orang, maka Anda perlu memahami berbagai penyebab pusing. Berikut ini adalah beberapa faktor yang harus Anda waspadai ketika pusing menyerang setiap pagi:

  1. Stres sebelum tidur

Hampir dari setiap orang akan merasakan stres yang timbul akibat berbagai macam faktor, baik karena tumpukan pekerjaan, kehidupan sehari-hari bahkan banyaknya tuntutan. Ingat, stres yang berlebihan dapat mengakibatkan depresi. Stres, depresi dan beragam keadaan yang membuat Anda tertekan nyatanya tidak baik bagi tubuh. Anda bisa kekurangan hormon serotonin dan pada akhirnya menimbulkan pusing di kepala. Untuk itu, sebaiknya singkirkan beragam pikiran negatif sebelum naik ke tempat tidur.

  1. Gula darah rendah

Tubuh Anda membutuhkan energi dari karbohidrat untuk beraktivitas yang kemudian dipecah menjadi gula (glukosa). Ketika pasokan tersebut menurun, maka pusing tidak dapat terhindarkan. Kondisi gula darah rendah dapat terjadi ketika Anda belum terbiasa berpuasa, melakukan diet ketat, lupa makan, atau melakukan olahraga berat tanpa makanan yang cukup.

  1. Dehidrasi

Konsumsi air sangat penting untuk membantu proses metabolisme tubuh. Sebab, dua per tiga dari tubuh manusia terdiri dari air. Kondisi seperti ini biasanya dapat menimbulkan banyak keringat yang disebabkan oleh aktivitas yang intens, suhu, olahraga berat, hingga asupan cairan.

Anda dapat menilai status kecukupan cairan dengan melihat warna urine. Jika tampak kuning muda, tandanya cairan dalam tubuh Anda cukup. Sedangkan jika warna urine cenderung kuning tua dan pekat, berarti Anda sedang dehidrasi dan butuh minum air lebih banyak.

  1. Minum alcohol

Hati-hati, minuman beralkohol dapat menimbulkan dehidrasi. Hal ini berakibat terhadap penurunan aliran darah ke otak yang menyebabkan Anda memiliki kualitas buruk saat tidur, hingga berujung pada kepala yang pusing saat menyambut pagi. Selain itu, alkohol juga berdampak pada timbulnya insomnia atau sulit tidur. Sebagai solusi, perbanyak minum air putih dan vitamin C agar keesokan harinya Anda merasa lebih segar dan terhindar dari rasa malas saat bangun tidur.

Anemia merupakan keadaan dimana tubuh Anda mengalami kekurangan sel darah merah yang seharusnya berfungsi mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Apabila hal ini terjadi, maka otak biasanya akan kekurangan oksigen, sehingga timbul gejala pusing pada kepala. Kekurangan zat besi merupakan penyebab anemia. Hal tersebut umumnya terjadi akibat kurangnya asupan gizi, gaya hidup vegetarian, menstruasi yang terlalu panjang dan lama, perdarahan saluran cerna, hingga cacingan.

Berbagai kondisi di atas rentan menimbulkan pusing saat Anda terbangun di pagi hari. Jadi, hindari agar Anda tak merasakan sakit kepala yang mungkin menghambat aktivitas. Jika Anda sering mengalaminya, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Categories
Uncategorized

Deteksi dini penyakit jantung

Penyakit jantung merupakan suatu keadaan di mana organ jantung mengalami kelainan, meliputi penyakit jantung koroner, aritmia, hingga kelainan jantung bawaan. Untuk mencegah datangnya serangan jantung, perlu dilakukan deteksi dini penyakit jantung.

Kelainan jantung dapat melibatkan berbagai area, di antaranya pembuluh darah jantung, otot jantung, atau pun katup jantung. Munculnya kelainan ini bisa sekaligus melibatkan lebih dari satu area tersebut.

Salah satu penyakit mematikan

Penyakit jantung masih menjadi momok di tengah masyarakat. Menurut data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan survei tahun 2014, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian nomor dua setelah stroke, yaitu dengan persentase sebesar 12,9 persen. Berdasarkan kelompok umur, penyakit jantung koroner paling banyak terjadi pada kelompok umur 65-74 tahun.

Ironisnya, penyakit ini masih didapatkan pula pada kelompok umur yang tidak terlalu tua, yaitu 35-44 tahun.

Hingga kini, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit yang paling mengancam keselamatan jiwa di seluruh dunia. Menurut data yang dihimpun dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2012, sebanyak 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskular atau sama dengan 31 persen dari total 56,5 juta kematian di seluruh dunia.

Tak heran, penyakit jantung sering disebut dengan istilah “silent killer” atau pembunuh tak bersuara. Pasalnya, hanya sebagian kecil penderita yang menyadari bahwa sedang mengalami penyakit jantung.

Kenali gejala penyakit jantung

Pada awalnya, penderita mungkin tidak merasakan sama sekali gejalanya. Kebanyakan justru baru mengetahuinya saat mengalami serangan jantung.

Meskipun sangat beragam jenisnya, namun biasanya beberapa gejala yang muncul dapat serupa. Berikut adalah beberapa gejala penyakit jantung yang patut Anda waspadai.

  1. Nyeri dada

Nyeri dada bisa dikatakan sebagai gejala khas dari penyakit jantung yang biasa dikenal dengan istilah angina pectoris. Kondisi tersebut terjadi akibat asupan oksigen ke otot jantung tidak cukup.

Biasanya nyeri dada yang dirasakan seperti ditekan atau ditindih. Kemudian, nyeri akan semakin terasa saat beraktivitas dan berkurang saat istirahat.

  1. Rasa tidak nyaman di bagian tubuh atas

Rasa tidak nyaman atau nyeri juga dapat dialami di area lengan kiri, bahu, leher, rahang, hingga punggung. Pada lengan dapat dirasakan sensasi berat, sehingga lengan sulit digunakan untuk beraktivitas.

  1. Sesak napas

Ketika ada masalah pada jantung Anda, gejala lain yang bisa muncul yaitu sesak napas.  Sesak napas yang terjadi bisa dialami secara bersamaan dengan nyeri dada.

Selain itu, sesak napas akan semakin berat ketika Anda beraktivitas dan merasa lebih baik saat istirahat, sejalan dengan gejala nyeri dada yang dialami. Pada akhirnya, Anda akan mudah merasa lelah saat beraktivitas.

  1. Pusing hingga tubuh terasa goyang

Perasaan pusing seperti keliyengan dapat dirasakan ketika Anda mengalami penyakit jantung. Hal ini karena jantung tidak bisa memompa darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Jika ini terjadi, maka dapat menimbulkan perasaan pusing atau pun kliyengan, terutama saat beraktivitas.

  1. Keringat dingin

Saat jantung kekurangan oksigen bisa terjadi kondisi iskemia atau tidak cukupnya suplai oksigen ke organ jantung. Akibatnya, penderita akan mengeluarkan keringat berlebih dan mengalami penyempitan pembuluh darah. Pada akhirnya, kondisi tersebut dirasakan sebagai keringat dingin. Bahkan, keadaan iskemia dapat menimbulkan gejala mual hingga muntah.

Gejala penyakit jantung memang tidak mudah untuk diketahui. Namun, alangkah baiknya bila Anda berupaya melakukan deteksi dini penyakit jantung dengan mengenali tanda-tandanya. Jika mengalami salah satu dari hal-hal di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter. Selain itu, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan fungsi kerja jantung secara rutin ke dokter. Sehingga, kelainan jantung dapat segera diatasi secara tepat.