Categories
Uncategorized

Perut Kembung ? Hindari konsumsi makanan ini

Hampir setiap orang pernah mengalami perut kembung atau begah. Kondisi yang sering dianggap sebagai gejala ‘masuk angin’ ini paling sering terjadi akibat adanya gas berlebih di dalam saluran cerna.

Ahli kesehatan menyebut bahwa perut kembung atau begah dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak hingga mereka yang sudah lanjut usia. Anda yang tak ingin mengalami keluhan itu diwajibkan untuk benar-benar memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Hal ini juga berlaku bagi Anda yang sudah terlanjur mengalami keluhan perut kembung. Pasalnya, jenis makanan tertentu bisa mencetuskan keluhan perut kembung atau begah dan membuatnya menjadi semakin parah.

Makanan pencetus perut kembung

Makanan adalah salah satu pencetus terjadinya perut kembung atau begah. Oleh karena itu, jika mengalami keluhan ini, Anda diwajibkan untuk benar-benar memerhatikan segala yang dikonsumsi.

Beberapa makanan yang sebaiknya benar-benar Anda hindari ketika mengalami perut kembung atau begah, di antaranya:

  1. Kubis-kubisan

Kubis-kubisan seperti brokoli, kembang kol, kale, wortel, dan asparagus merupakan jenis makanan yang dapat menyebabkan penumpukan gas di saluran cerna . Selain itu, jenis sayuran tersebut juga mengandung raffinose, yaitu gula yang sulit dicerna. Jadi, jika Anda mengonsumsi kubis-kubisan, apalagi saat perut sedang begah, keluhan bisa jadi semakin parah.

  1. Apel

Perut sedang begah? Jika ya, sebaiknya urungkan niat Anda untuk mengonsumsi buah apel. Faktanya, apel mengandung jenis gula alami yang tergolong sulit untuk diserap oleh saluran cerna. Selain apel, nanas, pir, anggur, dan mangga juga mengandung gula yang sulit dicerna. Karenanya, buah-buahan tersebut juga berpotensi menyebabkan dan memperparah keluhan perut kembung.

  1. Susu dan produk olahannya

Susu, keju, yoghurt, dan produk olahan sejenis mengandung laktosa di dalamnya. Jika Anda adalah penderita intoleransi laktosa, jenis makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik sehingga memicu keluhan perut kembung.

  1. Cokelat

Cokelat meningkatkan peregangan di lambung, sehingga dapat meningkatkan produksi asam lambung. Alhasil, terjadinya perut kembung atau begah tak bisa dihindari lagi.

  1. Gandum

Makanan yang terbuat dari gandum memiliki kadar serat tinggi, sehingga dapat menyebabkan perut kembung atau begah.

  1. Minuman bersoda

Minuman bersoda mengandung gelembung-gelembung udara yang dapat terperangkap di dalam saluran cerna. Hal itulah yang dapat meningkatkan kadar gas dalam usus, sehingga perut terasa kembung dan begah.

Makanan-makanan di atas berpotensi lebih tinggi untuk menyebabkan perut kembung, khususnya jika Anda berada pada kondisi stres, mengonsumsinya secara berlebihan atau terlalu cepat.

Solusi perut kembung

Perut kembung dapat dicegah dan diatasi dengan cara-cara berikut ini:

  • Batasi atau hindari konsumsi makanan yang dapat memicu perut kembung
  • Makan secara perlahan dan kunyah makanan hingga benar-benar halus agar mudah dicerna
  • Makan secara teratur dan dengan porsi secukupnya
  • Jika ada intoleransi laktosa, ganti susu Anda dengan yang berlabel lactose free
  • Hindari berbicara saat makan
  • Lakukan pijatan di daerah perut untuk membantu mengeluarkan gas dari saluran cerna
  • Lakukan olahraga secara rutin dan teratur
  • Kelola stres dengan baik

 

Categories
Uncategorized

Cara Mengatasi Rasa Lelah

Rasa lelah dapat timbul akibat aktivitas fisik dan mental yang berlebihan tanpa mendapatkan istirahat yang cukup. Biasanya, hal tersebut akan membuat Anda seolah tak memiliki tenaga dan tidak sanggup melanjutkan aktivitas. Bukan tak mungkin, kondisi kelelahan membuat Anda lebih rentan terserang penyakit.

Akibat terlalu lelah, kondisi kesehatan tubuh dapat menurun drastis dan sistem daya tahan pun ikut turun.

Agar hal ini tidak berujung pada munculnya penyakit, tanda-tanda tubuh kelelahan harus Anda pahami. Yang pertama, menurut adalah sulit berkonsentrasi.

“Saat mulai sulit berkonsentrasi, mungkin itu tanda tubuh Anda kelelahan. Hal ini biasanya terjadi ketika otak terlalu lelah untuk berpikir.”

Tanda selanjutnya adalah gangguan emosi. Tubuh yang mengalami kelelahan bisa memengaruhi emosi, yakni mudah marah, mudah menangis, dan menjadi orang yang pesimistis.

Tanda ketiga adalah gangguan pola tidur. Menurut dr. There, pola tidur yang kacau adalah salah satu tanda tubuh kelelahan. Sulit tidur padahal tubuh terasa sangat lelah dan ngantuk bisa menjadi awal tanda ini.

Tanda terakhir adalah sering sakit. Seperti yang diungkapkan sebelumnya, orang yang kelelahan mudah terserang penyakit, misalnya batuk, pilek, dan demam.

Cara usir rasa lelah

Saat Anda merasakan tubuh kelelahan, Anda harus tahu cara mengatasinya. Berikut beberapa cara mengatasi rasa lelah yang bisa Anda lakukan:

  1. Minum lebih banyak air

Usahakan tetap terhidrasi dengan baik untuk menjaga tubuh Anda dalam kondisi optimal. Sebab, dehidrasi dapat menyebabkan tingkat energi yang rendah. Hal ini juga berdampak negatif pada tidur Anda dan dapat menyebabkan Anda mendengkur, suara serak, dan kram pada kaki. Selain itu mulut dan saluran hidung juga cenderung menjadi kering.

  1. Kurangi kafein

Mengurangi asupan kafein dapat memberi Anda lebih banyak energi dalam jangka panjang. Meskipun kafein memberi Anda energi awal, setelahnya Anda akan merasa sangat mudah lelah. Hindari kafein setelah makan malam, jadi Anda dapat beristirahat dengan nyenyak di malam hari.

  1. Tidur cukup

Cukup istirahat sangat penting jika Anda ingin mempertahankan tingkat energi sepanjang hari. Bersantailah sebelum tidur, atau lakukan peregangan ringan. Ciptakan kondisi dan suasana kamar senyaman mungkin untuk Anda tidur.

  1. Kurangi stress

Stres dapat memengaruhi energi Anda untuk menjalani hari. Hormon stres dapat memiliki efek negatif pada pola tidur Anda, sistem tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan. Jadi, agar rasa lelah tidak menghampiri, kurangi stres. Pergilah ke spa untuk perawatan agar tubuh lebih rileks. Selain itu, lakukan aktivitas fisik yang bisa menenangkan otak, seperti tai chi, meditasi, atau yoga.

  1. Kurangi durasi duduk

Bangun, bergerak, dan dapatkan energi Anda secara alami misalnya dengan senam ringan, jalan kaki di sekitar tempat kerja Anda atau naik turun tangga. Ini sangat penting jika Anda banyak menghabiskan waktu Anda dengan duduk, entah di kantor atau di manapun Anda berada.

  1. Prioritaskan makanan kaya zat besi

Anemia juga bisa menyebabkan kelelahan. Ini karena kadar hemoglobin yang rendah, yang membuat oksigen lebih sulit dibawa ke jaringan dan otot Anda. Kondisi ini juga melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Berikut adalah beberapa makanan kaya zat besi untuk dimasukkan dalam diet Anda:

  • Sayuran hijau berdaun
  • Sereal
  • Daging
  • Kacang, kacang polong, dan lentil
  • Hati
  • Biji-bijian
  1. Porsi makan lebih kecil, lebih sering

Dalam hal tingkat energi, makan porsi kecil lebih sering sepanjang hari mungkin lebih bermanfaat daripada makan beberapa kali dalam jumlah besar. Hal tersebut berguna untuk menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil. Makan setiap 3-4 jam akan mengurangi kemungkinan energi Anda rusak. Pada gilirannya, Anda akan lebih kecil kemungkinannya untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Hindari makan berlebihan dan berhentilah makan sebelum Anda kenyang.

  1. Belajarlah untuk santai

Luangkan waktu untuk benar-benar bersantai, rileks, dan melepaskan segala sesuatu yang menekan. Teknik pernapasan dalam, peregangan ringan, dan meditasi adalah cara terbaik untuk melepas lelah. Menemukan kedamaian di alam adalah cara lain untuk “memberi makan” jiwa Anda.

Itu adalah cara-cara yang mudah Anda terapkan untuk mengusir rasa lelah. Jika Anda sudah merasakan satu atau lebih tanda kelelahan , jangan biarkan berlarut-larut. Segera atasi dengan cara di atas. Namun, bila rasa lelah Anda tak kunjung hilang, segera periksa ke dokter.

 

 

Categories
Uncategorized

Bisul tak kunjung sembuh

Bisul yang muncul di permukaan kulit sering terasa mengganggu. Salah satu gangguan kulit ini memang terasa nyeri sehingga membuat aktivitas pun terasa tidak nyaman. Meski demikian, bisul sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun jika bisul tak kunjung sembuh, apa yang perlu dilakukan?

bisul merupakan sekumpulan nanah yang berada di dalam suatu rongga kulit akibat infeksi kulit. Pada awalnya, kulit menjadi merah di area infeksi, lalu berkembang menjadi benjolan lunak. Setelah 4-7 hari, benjolan mulai memutih karena nanah yang terkumpul di bawah kulit.

Bisul paling sering terjadi di bagian wajah, leher, ketiak, bahu, dan bokong. Penyebab bisul bisa sampai muncul adalah karena bakteri Staphylococcus aureus yang masuk ke dalam tubuh melalui goresan luka di kulit.

Umumnya, bisul hanya muncul satu, tidak berkelompok, dan di atas permukaan kulit. Jika bisul muncul secara berkelompok, maka ini merupakan jenis infeksi yang lebih serius, yang dinamakan karbunkel.

Gejala bisul semakin parah

Bisul sendiri sebenarnya jarang memerlukan penanganan medis karena bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, ada kalanya muncul juga bisul yang tak kunjung sembuh atau sembuh dalam waktu yang lama.

Berikut adalah gejala-gejala bisul dengan kondisi yang semakin parah:

  • Demam
  • Benjolan terus membesar dan terasa sakit
  • Berjumlah lebih dari satu buah di area yang sama, dikenal dengan istilah bisul sabut
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Bisul tak kunjung kering
  • Memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh, atau dalam pengobatan yang mengganggu sistem kekebalan tubuh

Bagaimana jika bisul tak kunjung sembuh?

Nyatanya, bisul memang bisa lama sembuhnya. itu mungkin karena infeksinya sudah sangat berat.

“Bisul tidak sembuh kemungkinannya bisa karena mengalami infeksi bakteri kulit bagian dalam, seperti abses. Lalu, karena infeksi jaringan kulit yang lain seperti selulitis atau erisipelas,”

Nah, kalau misalnya bisulnya lama dan disebabkan oleh kondisi-kondisi di atas, mau tidak mau harus ke dokter kulit dan dokter akan melakukan tindakan. Biasanya, kalau disebabkan selulitis dan erisipelas, akan ada obat khusus, akan diberikan antibiotik oleh dokter. Kalau yang abses harus disayat dan dibuka salurannya supaya cairan infeksinya bisa keluar,”

Sebaiknya segera ke dokter jika bisul sudah seminggu tak kunjung sembuh. Sebab, ternyata bisul bisa menginfeksi tulang. Paling bahaya lagi, bisul juga bisa sebabkan sepsis.

“Kalau bisul biasa, itu sebenarnya beberapa hari sudah bisa sembuh. Intinya seperti ini, kalau bisul sudah lebih dari seminggu, lebih baik ke dokter. Karena biasanya bisa sampai ke tulang dan menyebabkan infeksi tulang atau osteomelitis,” ungkapnya.

“Sampai yang paling parah adalah sepsis, infeksi darah yang berat. Ini terutama pada pasien-pasien dengan imunitasnya rendah, seperti diabetes melitus, HIV, lansia, suka konsumsi jamu, atau streoid tinggi, dan orang yang minum obat dalam jangka waktu yang lama,”

Jadi, jangan sepelekan bisul yang tak kunjung sembuh jika Anda mengalaminya. Anda bisa mengalami hal yang disebutkan di atas semua. Pastikan Anda selalu menjaga kebersihan kulit juga supaya terhindar dari bisul. Jika Anda mengalami bisul yang tak kunjung sembuh, jangan lakukan tindakan sendiri karena bisa mengakibatkan infeksi. Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan tindakan yang tepat.

 

 

 

Categories
Uncategorized

Dampak malas mencuci handuk untuk kebersihan

Tak seperti pakaian atau seprai, kebersihan handuk sering luput. Bisa jadi Anda mencuci handuk sebulan sekali, karena menganggap pemakaiannya hanya untuk mengeringkan tubuh yang sudah bersih setelah mandi. Padahal, handuk juga bisa jadi sarang mikroorganisme. Ada akibatnya pada tubuh jika Anda malas cuci handuk secara rutin.

Handuk bisa jadi sarang bakteri

Memang, penggunaan handuk adalah untuk mengeringkan tubuh yang sudah bersih. Jadi handuk sering dianggap tidak kotor. Namun, menurut Philip Tierno, PhD, profesor klinis patologi dan mikrobiologi dari NYU School of Medicine, Amerika Serikat (AS), setelah mandi tak semua bakteri tersapu bersih. Beberapa masih tertinggal di tubuh. Nah, saat mengeringkan tubuh dengan handuk, bakteri di tubuh bisa berpindah ke handuk dan mulai berkembang biak.

Bakteri akan terus menumpuk setiap Anda menggunakan handuk setiap harinya, bahwa handuk yang lembap, basah, dan tidak kering sempurna akan menjadi media yang baik untuk pertumbuhan kuman dan jamur. Anjuran ini bahkan menjadi tidak berlaku apabila handuk yang digunakan sudah berbau.

“Aroma tak sedap biasanya berasal dari pertumbuhan mikroba pada handuk yang kotor tersebut. Jika kondisinya demikian, handuk harus segera dicuci menggunakan detergen,”

Akibat jika malas mencuci handuk 

Handuk adalah salah satu benda dengan paling banyak kuman di kamar mandi. Jika malas mencucinya secara rutin, ini layaknya Anda secara sukarela ingin “dijajah” kuman penyakit.

  • Risiko terjadinya infeksi

Mengelap tubuh dengan handuk kotor bisa meningkatkan risiko infeksi. “Ketika Anda menggosok tubuh kuat-kuat dengan handuk, kulit bisa tergaruk,” kata Prof. Gerba. Lecet atau luka (bahkan yang tak kasatmata) bisa menjadi pintu masuk bakteri ke dalam tubuh.

  • Timbulnya jerawat

Jika Anda cenderung berjerawat (acne-prone), Anda sebaiknya cuci handuk setelah menggunakannya. Saat Anda menggosok kulit dengan handuk kotor, khususnya pada kulit dengan pustula (gelembung yang berisi nanah) yang terbuka, bakteri bisa masuk ke dalam tubuh dan memunculkan jerawat baik di wajah, punggung, atau bagian tubuh mana pun.

Cara menjaga handuk Anda tetap bersih

Meski hanya Anda yang menggunakan handuk tersebut, Prof. Gerba dan Prof. Tierno merekomendasikan Anda untuk mencuci handuk setiap 2-3 hari. Lebih dari itu, mikroorganisme tersebut akan membuat handuk kotor.

Memang Anda tak akan langsung sakit jika menggunakan handuk yang belum dicuci selama 2 minggu, tapi ibaratkan saja, apakah Anda mau menggunakan pakaian dalam kotor setelah mandi (kecuali dalam keadaan darurat)?

Selain itu, dr. Nadia juga secara tegas melarang Anda untuk saling meminjam atau bertukar handuk dengan orang lain, meski dengan pasangan atau anggota keluarga sendiri. Ingat, handuk adalah barang pribadi.

“Sama seperti sikat gigi atau pakaian dalam, handuk sebaiknya tidak digunakan bergantian dengan orang lain. Pasalnya, bertukar handuk dengan orang lain sama saja dengan bertukar kuman, jamur, ataupun penyakit menular lainnya.”

Selain handuk mandi, perhatikan juga handuk tangan yang digunakan setelah mencuci tangan.

“Karena pemakaiannya lebih sering, sebaiknya handuk tangan dicuci lebih sering, yakni tiap 2-3 kali sehari. Namun, jika handuk digunakan bersama-sama, sebaiknya cuci setiap hari,”

Meski terlihat bersih atau cuma Anda yang memakainya, tetapi handuk bisa menjadi sarang mikroorganisme. Karenanya, jangan malas cuci handuk, baik handuk mandi, handuk tangan, atau handuk kepala, karena bisa mengakibatkan infeksi , timbulnya jerawat atau jerawat makin “subur”, atau keluhan lainnya. Selain itu, hindari juga saling meminjamkan handuk untuk mencegah penularan penyakit tertentu. Setelah membaca artikel ini, jangan lagi malas untuk mencuci handuk, ya!

Selamat mencoba dan Semoga bermanfaat 🙂

 

Categories
Uncategorized

Awas tendon bisa rusak akibat diabetes

Dulu, para peneliti menemukan bahwa orang dengan diabetes tiga kali lebih mungkin untuk mengalami nyeri tendon ketimbang mereka yang tidak mengidap penyakit tersebut. Nyeri tendon dikenal juga dengan tendinitis.

Hormon insulin berfungsi untuk mengangkut gula yang ada di dalam darah untuk digunakan oleh sel-sel tubuh. Kekurangan hormon insulin atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap hormon insulin dapat mengganggu distribusi gula ke dalam sel-sel tubuh.

Diabetes memang dapat memengaruhi jaringan atau organ lain. Salah satu jaringan yang bisa terkena imbas dari diabetes adalah tendon. Hal ini perlu diperhatikan karena orang dengan diabetes dianjurkan berolahraga untuk mengelola penyakitnya. Namun, tendinitis ini dapat menghalangi orang dengan diabetes untuk beraktivitas fisik dengan baik.

Lalu, bagaimana diabetes dapat merusak tendon?

Tendon adalah sekumpulan jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang. Tendon terdapat di seluruh tubuh, termasuk bahu, lengan, pergelangan tangan, pinggul, lutut, hingga pergelangan kaki. Mereka meletakkan kekuatan dari otot ke tulang sehingga Anda bisa bergerak.

Ketika Anda memiliki penyakit diabetes yang tak terkendali, tendon dapat menebal dan menjadi lebih mudah robek. Kerusakan tendon pada diabetes tipe 1 dan tipe 2 terjadi karena zat yang disebut produk akhir glikasi lanjut (AGEs). Ia terbentuk ketika protein atau lemak bercampur dengan gula dalam aliran darah.

Biasanya, tubuh menghasilkan AGEs dengan perlahan tapi pasti. Namun, ketika Anda memiliki diabetes, tambahan gula dalam darah meningkatkan kecepatan, yang kemudian memengaruhi tendon.

Perlu diketahui bahwa tendon dibuat dari protein yang disebut kolagen. AGEs membentuk ikatan dengannya yang dapat mengubah struktur tendon dan memengaruhi seberapa baik mereka bekerja. Misalnya, tendon dapat menjadi lebih tebal dari biasanya dan tidak mampu menahan berat badan sebanyak dahulu. Akibatnya, peluang tendon untuk robek bakal meningkat.

Ciri signifikan saat tendon Anda rusak akibat diabetes, antara lain telapak tangan serta jari yang kaku atau berubah menuju arah tak semestinya. Kondisi lain seperti susah bergerak, mati rasa, dan kesemutan terus-menerus juga dapat dialami tubuh Anda.

Kerusakan tendon amat menyakitkan dan dapat menghambat pergerakan sendi. Bahkan jika Anda menjalani operasi untuk memperbaiki kerusakan, tendon dapat robek lagi. Studi menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga orang dengan diabetes yang menjalani operasi tendon, bakal kembali pada kondisi awal.

Mengatasi kerusakan tendon

Cara terbaik untuk menghindari kerusakan tendon adalah mengendalikan kadar gula darah akibat diabetes. Turunkan lewat bantuan diet, olahraga, serta obat-obatan. Hal ini akan meningkatkan kesehatan serta menghilangkan tekanan pada tendon secara bersamaan.

Jika Anda sudah mengalami kerusakan tendon, diskusikan kepada dokter Anda apakah Anda boleh melakukan pengobatan berikut ini:

  • Obat penghilang rasa sakit seperti aspirin atau ibuprofen
  • Relaksan otot
  • Terapi fisik dan olahraga

“Pengobatan diabetes umumnya mulai dari menjaga pola makan dan gaya hidup, obat diabetes oral (tablet), hingga insulin. Obat-obatan diabetes ada banyak jenisnya, dari yang bekerja mengeluarkan insulin hingga yang bekerja meningkatkan fungsi dari insulin,”

Pahami korelasi antara kerusakan tendon serta diabetes sesuai penjelasan di atas, agar tidak memengaruhi aktivitas sehari-hari. Terapkan juga pola hidup sehat demi kualitas hidup yang lebih baik.