Categories
Uncategorized

Pencegahan Kanker Hati

Terdapat dua jenis kanker hati. Jenis yang pertama adalah kanker berasal dari sel hati yang berubah menjadi ganas, atau secara medis disebut hepatoma. Sedangkan jenis yang kedua adalah kanker berasal dari organ lain yang menjalar (metastasis) ke hati. Artikel ini membahas jenis kanker hati yang pertama (hepatoma).

Hati terletak di bawah paru sisi kanan. Organ ini berfungsi untuk menetralkan racun di dalam tubuh, membentuk protein dan faktor pembekuan darah, serta memetabolisme beberapa hormon. Pada kondisi kanker hati, semua fungsi hati menjadi terganggu.

Penyebab Kanker Hati

Penyebab kanker hati belum diketahui dengan pasti, namun orang-orang yang mengalami penyakit berikut ini memiliki risiko tinggi kanker hati:

  • Hepatitis B
  • Hepatitis C
  • HIV/ AIDS
  • Obesitas
  • Adanya keluarga yang menderita kanker hati

Diagnosis Kanker Hati

Tanda-tanda penyakit kanker hati biasanya baru muncul saat penyakitnya sudah berada dalam stadium lanjut sehingga terlambat untuk ditangani. Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki risiko tinggi kanker hati sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Dokter umumnya akan menyarankan pemeriksaan Alpha Fetoprotein (AFP) yang diambil dari darah pasien. Selain itu, untuk melihat bentuk hati dan adanya tumor, pemeriksaan USG, CT scan, atau MRI juga dibutuhkan. Bila pemeriksaan AFP menunjukkan nilai yang tinggi dan terlihat tumor dari USG, CT Scan, atau MRI, dokter akan memastikan penyakit dengan melakukan biopsi hati.

Gejala Kanker Hati

Gejala kanker hati serupa dengan penyakit hati kronis, yaitu:

  • Mata dan kulit terlihat kuning
  • Mual dan muntah
  • Gatal di seluruh tubuh
  • Demam berkepanjangan yang tidak jelas penyebabnya
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut kanan atas
  • Ukuran hati membesar
  • Berat badan semakin turun tanpa penyebab yang jelas
  • Gangguan kesadaran

Pengobatan Kanker Hati

Bila ukuran tumor masih kecil, pengobatan utamanya adalah dengan melakukan operasi pengangkatan tumor. Setelah itu, dapat dilanjutkan dengan transplantasi hati.  Sayangnya, sebagian besar penderita kanker hati terlambat mengetahui penyakitnya sehingga datang ke dokter dalam kondisi tumor yang sudah besar. Bila sudah tidak dapat dioperasi, pengobatan yang dapat dilakukan adalah kemoterapi dan radiasi. Namun tindakan ini tidak dapat menghilangkan tumor sepenuhnya, hanya untuk mengecilkan ukuran tumor, sehingga gejala yang dialami penderitanya lebih ringan.

Pencegahan Kanker Hati

Untuk mencegah kanker hati, yang perlu dilakukan adalah menghindari penyakit yang dapat meningkatkan risiko kanker hati, yaitu hepatitis B dan hepatitis C. Kedua jenis penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh, misalnya melalui jarum suntik dan hubungan seksual.

Hindari seks bebas dan penggunaan narkoba jarum suntik agar tak tertular infeksi hepatitis B dan C.  Selain itu, jaga kesehatan hati dengan tidak mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dan sering.

 

Categories
Uncategorized

Tips Masa menyusui

Masa menyusui adalah rekomendasi pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, dan selanjutnya minimal selama 1 tahun kepada bayi yang baru lahir. Beberapa lembaga kesehatan negara seperti WHO dan UNICEF juga merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan, menyusui dalam 1 jam pertama setelah melahirkan, menyusui setiap kali bayi mau, serta tidak menggunakan botol dan dot.

Menyusui sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah melahirkan. Bayi dan ibu yang melakukan proses menyusui dalam sejam pertama setelah melahirkan akan memiliki banyak keuntungan. Selain itu, hubungan psikologis keduanya juga semakin dekat.

Bayi baru lahir sebaiknya disusui setiap 2-3 jam sampai bayi merasa puas. Setelah itu, proses menyusui dilakukan minimal 5 menit pada masing-masing payudara pada hari pertama setelah melahirkan. Setelahnya, wanita hamil dapat meningkatkan frekuensi menyusui setiap hari, sehingga dapat meningkatkan produksi ASI secara optimal.

Meskipun tidak perlu membatasi waktu menyusui, waktu menyusui selama 20 menit pada masing-masing payudara termasuk cukup untuk bayi. Jika frekuensi menyusui sudah sering dan akhirnya dapat meningkatkan produksi ASI, maka para ibu juga dapat menerima keuntungan. Misalnya, mencegah payudara nyeri karena penumpukan dan penggumpalan ASI, serta meminimalkan kemungkinan bayi menjadi kuning.

Ketika menyusui, sebaiknya hindari mengonsumsi hal-hal berikut ini:

  • Alkohol → Sebenarnya tidak ada kadar alkohol yang ditoleransi aman bagi ibu menyusui, karena itu sebaiknya Anda tidak meminum alkohol pada masa menyusui.
  • Kafein → Hindari konsumsi kafein lebih dari 2-3 gelas per hari, karena kafein yang keluar melalui ASI akan membuat bayi gelisah dan mengganggu waktu tidurnya.
  • Ikan → Ikan laut memang merupakan sumber protein dan omega-3. Namun, kebanyakan ikan atau makanan laut mengandung merkuri, dan dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan saraf pada bayi. Jika ingin mengonsumsi makanan laut, pilihlah yang rendah merkuri seperti udang, salmon, tuna kaleng, dan lele.

Tips Menyimpan ASI masa menyusui

Bagi ibu bekerja, pemberian ASI dapat dilakukan melalui ASI perah. Dengan cara ini, Anda bisa memerah ASI terlebih dahulu dan disimpan di lemari pendingin untuk diberikan kepada bayi. Berikut ini waktu penyimpanan ASI yang harus dicermati:

  • Pada suhu ruangan, ASI bisa bertahan hingga 6-8 jam.
  • Pada suhu cooler box yang tertutup, ASI dapat bertahan hingga 24 jam.
  • Pada freezer lemari es satu pintu, maka ASI bisa disimpan sampai dengan 2 minggu.
  • Pada freezer lemari es dua pintu, maka ASI bisa disimpan sampai dengan 3-6 bulan.
  • Pada freezer dengan pintu di atas, yakni dengan suhu sekitar -20 derajat Celcius, maka ASI bisa disimpan sampai dengan 6-12 bulan.

Kiat pengemasan dan penyimpanan ASI perah lainnya adalah:

  • Bilas tangan dengan bersih sebelum memerah maupun menyimpan ASI. Wadah penyimpanan pun harus dipastikan bersih. Anda dapat menggunakan botol kaca atau kontainer plastik dengan tutup yang rapat, dengan bahan bebas bisphenol A (BPA).
  • Hindari pemakaian kantong plastik biasa maupun botol susu disposable, karena wadah-wadah ini mudah bocor dan terkontaminasi.
  • Cuci kontainer dengan air panas dan sabun, serta dianginkan hingga kering sebelum dipakai.
  • Simpan ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Pastikan bahwa pada wadah ASI telah diberi label berisi nama anak dan tanggal ASI diperah. Tanggal kapan ASI diperah perlu dicantumkan untuk memastikan bahwa ASI yang dipakai adalah ASI yang lebih lama.
  • Jangan mencampurkan ASI yang telah dibekukan dengan ASI yang masih baru pada wadah penyimpanan.
  • Jangan menyimpan sisa ASI yang sudah dikonsumsi untuk pemberian berikutnya.
  • Putar kontainer ASI agar bagian yang mengandung krim pada bagian atas tercampur merata. Jangan mengocok ASI karena dapat merusak komponen penting dalam susu.
  • Kencangkan tutup botol atau kontainer pada saat ASI telah membeku sepenuhnya.
  • Sisakan ruang sekitar 2.5 cm dari tutup botol, karena volume ASI akan meningkat pada saat beku.
  • Jangan menyimpan ASI pada bagian pintu lemari es atau freezer.

Sementara itu, beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan ketika akan menghangatkan ASI setelah dibekukan, yaitu:

  • Cek tanggal pada label wadah ASI. Gunakan ASI yang paling dulu disimpan.
  • ASI tidak harus dihangatkan. Beberapa ibu memberikannya dalam keadaan dingin.
  • Untuk ASI beku, pindahkan wadah ke lemari es selama 1 malam atau ke dalam bak berisi air dingin. Naikkan suhu air perlahan-lahan hingga mencapai suhu pemberian ASI.
  • Untuk ASI dalam lemari es, pertama-tama hangatkan wadah ASI dalam bak berisi air hangat atau air dalam panci yang telah dipanaskan selama beberapa menit.

Yang harus diingat, jangan menghangatkan ASI dengan api kompor secara langsung dan menaruh wadah ke microwave. Hal ini dikarenakan microwave tidak dapat memanaskan ASI secara merata dan justru dapat merusak komponen ASI. Botol juga dapat pecah bila dimasukkan ke microwave dalam waktu lama. Selain itu, hindari membekukan ulang ASI yang sudah dihangatkan.

Tips Selama Menyusui Masa Menyusui

Menyusui terkadang dapat membuat payudara nyeri dan bengkak. Untuk mengatasi nyeri ini, Anda dapat mengoleskan krim vaselin pada payudara. Pperubahan posisi menyusui untuk memutar titik stres pada puting juga bisa dilakukan. Selain itu, sebaiknya bayi berhenti dahulu mengisap puting sebelum mengangkatnya dari payudara.

Wanita yang menyusui membutuhkan 500-1000 kalori lebih banyak dari wanita yang tidak menyusui. Mereka juga rentan terhadap kekurangan magnesium, vitamin B6, folat, kalsium, dan seng. Oleh karena itu, wanita menyusui harus mengonsumsi asupan nutrisi yang kuat dan jauh dari stres. Kurangnya nutrisi dan stres dapat menurunkan jumlah produksi ASI.

Dikarenakan asupan yang dikonsumsi ibu merupakan hal terpenting bagi keberhasilan produksi ASI, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Selama menyusui Anda perlu makan sedikit lebih banyak, yakni dengan menambah 400-500 kalori per hari. Untuk mendapatkan kalori tambahan ini, pilihlah makanan yang kaya nutrisi seperti selembar roti gandum dengan selai kacang, buah-buahan seperti apel dan pisang, atau yoghurt rendah lemak.
  • Tidak ada aturan pola makan khusus bagi ibu menyusui, tetapi yang terpenting adalah fokus dalam pemilihan makanan serta minuman yang sehat untuk membantu produksi ASI. Konsumsilah makanan bergizi seperti sayur dan buah, dan jangan lupa untuk mencucinya terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa pestisida.
  • Pastikan Anda minum lebih sering, terutama saat sedang memberikan ASI. Minumlah lebih banyak jika urine Anda berwarna lebih gelap. Cukupi kebutuhan cairan ini paling tidak 8 gelas sehari.

ASI memang berperan penting, baik bagi bayi lahir normal maupun prematur. Namun sayangnya, ASI tidak memiliki suplai zat besi yang cukup untuk bayi prematur. Karena itu, suplementasi zat besi sebaiknya diberikan pada ibu menyusui dengan bayi prematur.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat 🙂

Categories
Uncategorized

Penyebab Dengkur

Dengkur merupakan suara kasar atau bising yang terjadi ketika pernapasan seseorang mengalami hambatan secara parsial atau sebagian saat tertidur. Terkadang, mendengkur dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan yang serius. Sebagai tambahan, mendengkur dapat menjadi gangguan bagi pasangan yang tidur bersama Anda.

Hampir separuh dari orang dewasa mendengkur. Mendengkur terjadi apabila aliran udara melewati jaringan tertentu di tenggorok yang bergetar saat seorang bernapas, yang menyebabkan terjadinya suara tersebut. Perubahan gaya hidup tertentu, seperti menurunkan berat badan, menghindari konsumsi alkohol menjelang tidur, atau posisi tidur menghadap ke samping, dapat membantu mengatasi mendengkur.

Sebagai tambahan, juga terdapat alat-alat medis dan prosedur pembedahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dengkur yang mengganggu. Namun, belum tentu setiap orang yang mendengkur membutuhkannya.

Penyebab Dengkur

Dengkur  atau kebiasaan mendengkur dapat disebabkan oleh berbagai faktor –seperti anatomi dari rongga mulut dan sinus, konsumsi alkohol, alergi, keluhan batuk dan pilek, serta berat badan. Saat seseorang tertidur dan mulai menjalani transisi menuju fase tidur yang lebih dalam, otot pada atap rongga mulut, lidah, dan tenggorok mengalami relaksasi.

Jaringan di tenggorok dapat mengalami relaksasi hingga menyebabkan hambatan parsial pada jalan napas, yang menyebabkannya menjadi bergetar saat dilewati oleh udara. Semakin sempit jalan napas, semakin tinggi intensitas dari aliran udara. Dengan ini, getaran yang terjadi semakin meningkat, menyebabkan dengkuran menjadi semakin keras.

Beberapa kondisi yang dapat memengaruhi jalan napas dan menyebabkan mendengkur adalah:

  • Anatomi dari mulut. Memiliki atap rongga mulut yang tebal dapat mempersempit jalan napas. Selain itu, orang yang mengalami berat badan berlebih dapat memiliki jaringan berlebih di belakang tenggorok yang juga mempersempit jalan napas. Akibatnya, hambatan aliran udara menjadi lebih banyak dan mendengkur menjadi semakin keras.
  • Konsumsi alkohol. Mendengkur dapat juga disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebih sebelum tidur. Alkohol membuat otot tenggorok menjadi relaks dan mengurangi pertahanan tubuh terhadap obstruksi jalan napas.
  • Gangguan hidung. Hidung yang tersumbat selama jangka waktu yang lama atau septum hidung yang tidak lurus dapat berkontribusi terhadap terjadinya mendengkur.
  • Kurang tidur. Tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup dapat menyebabkan relaksasi otot tenggorok yang berlebih.
  • Posisi tidur. Mendengkur paling sering dan paling keras diamati saat tidur telentang, karena efek gravitasi pada tenggorok membuat jalan napas menjadi lebih sempit.
  • Obstructive sleep apnea(OSA). Mendengkur juga dapat terjadi akibat OSA. Pada kondisi serius ini, jaringan tenggorok menghambat jalan napas secara sebagian atau seluruhnya, yang menghambat pernapasan. Adanya OSA umumnya ditandai dengan mendengkur yang keras diikuti oleh fase hening di mana pernapasan terhenti atau hampir terhenti. Seiring berjalannya waktu, perhentian dari pernapasan tersebut dapat membuat seseorang terbangun. Orang tersebut dapat terbangun dengan terengah-engah.

Gejala Dengkur

Dengkur sering kali dikaitkan dengan gangguan tidur yang disebut sebagai obstructive sleep apnea (OSA). Tidak semua orang yang mendengkur mengalami OSA. Namun bila mendengkur disertai oleh berbagai tanda dan gejala berikut, hal ini dapat menandakan perlunya evaluasi lebih lanjut untuk menentukan ada tidaknya OSA:

  • Bising pada saat tidur
  • Rasa mengantuk yang berlebih pada siang hari
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Nyeri kepala pada pagi hari
  • Nyeri tenggorok
  • Tidur yang tidak nyenyak
  • Terengah-engah atau tersedak pada malam hari
  • Tekanan darah tinggi
  • Nyeri dada pada malam hari
  • Mendengkur yang sangat keras hingga mengganggu waktu tidur pasangan
  • Terbangun dari tidur karena tersedak atau terengah-engah

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis atas kondisi yang menyebabkan seseorang mengeluarkan dengkur atau mendengkur, dokter akan mengevaluasi tanda dan gejala yang dialami, serta riwayat medis sebelumnya. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi kesehatan serta menanyakan kepada pasangan terkait kapan dan bagaimana dengkuran terjadi.

Terkadang, dokter akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan penunjang pencitraan, seperti foto rontgen, Computerized Tomography (CT) scan, atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mengevaluasi struktur dari jalan napas terkait adanya masalah, seperti deviasi septum hidung.

Bergantung dari derajat keparahan mendengkur dan keluhan lain, dokter dapat menyarankan untuk dilakukan sleep study atau pemeriksaan pada saat tidur. Selain itu, juga dapat dilakukan pemeriksaan polisomnografi, yang merupakan analisis mendalam terkait kebiasaan tidur. Saat dilakukan evaluasi tidur, hal-hal yang dievaluasi termasuk gelombang otak, kadar oksigen dalam darah, denyut jantung dan frekuensi pernapasan, tahapan tidur, serta gerakan mata dan kaki pada saat tidur.

Penanganan Dengkur

Untuk dengkur yang disebabkan oleh OSA, dokter dapat menyarankan beberapa jenis penanganan:

  • Peralatan oral yang dipasang di rongga mulut untuk menunjang posisi dari rahang, lidah, dan atap rongga mulut guna menjaga jalan napas agar tetap terbuka.
  • Continuous Positive Airway Pressure(CPAP). Pendekatan ini mencakup penggunaan masker pada hidung saat tidur, yang terhubung pada alat pompa kecil dengan tujuan mendorong udara untuk masuk melalui jalan napas dan menjaganya agar tetap terbuka.
  • Prosedur pembedahan. Terdapat beberapa jenis prosedur pembedahan yang dapat dilakukan, mulai dari prosedur konvensional hingga yang menggunakan laser.

Pencegahan Dengkur

Untuk mencegah seseorang mengeluarkan dengkur atau mendengkur, dapat disarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup. Misalnya dengan menurunkan berat badan, menghindari asupan alkohol menjelang tidur, menangani sumbatan jalan napas, menghindari kurang tidur, serta menghindari tidur terlentang.

 

 

Categories
Uncategorized

Pengobatan Batu Empedu

Apa itu Batu empedu ?

Penyakit batu empedu atau kolelitiasis merupakan gangguan kesehatan dimana terdapat batu dalam kandung atau saluran empedu. Pada beberapa kasus, batu bisa saja terdapat di kedua organ tersebut. Batu ini merupakan hasil dari cairan empedu yang memadat menjadi partikel keras menyerupai potongan batu –seperti batu kerikil. Empedu itu sendiri merupakan satu-satunya jalur yang bekerja untuk mengeluarkan kelebihan kolesterol dari tubuh –baik sebagai kolesterol bebas maupun sebagai garam empedu. Sedangkan kandung empedu merupakan kantung yang berfungsi untuk menyimpan empedu sebelum dilepaskan ke dalam usus. Letak kandung empedu ada di bawah organ hati.

Jika batu empedu masuk ke dalam saluran empedu, maka dapat terjadi penyumbatan dan infeksi pada saluran empedu (kolangitis). Penyumbatan yang terjadi pada saluran empedu ini akan membuat bakteri tumbuh dan berkembang. Akibatnya timbullah infeksi di dalam saluran. Bakteri tersebut juga bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh lainnya.

Batu empedu dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu batu empedu kolesterol, batu empedu pigmen, dan batu empedu campuran. Seperti namanya, batu empedu kolesterol terbentuk dari kolesterol. Batu empedu ini biasanya berwarna kuning atau hijau.

Selanjutnya batu empedu pigmen/bilirubin, terbentuk dari kalsium bilirubinat yang terlalu banyak dalam empedu. Batu empedu yang satu ini biasanya berwarna gelap, seperti hitam atau cokelat. Terakhir adalah batu empedu campuran yang merupakan campuran antara kolesterol dan bilirubin.

Diagnosis Batu Empedu

Dalam mendiagnosis batu empedu, dokter akan mengumpulkan informasi dan pemeriksaan fisik yang akurat terhadap pasien. Lebih dari setengah penderita batu empedu biasanya tidak merasakan adanya gejala. Keluhan yang mungkin timbul adalah kembung yang kadang disertai rasa tidak enak pada tubuh ketika makan makanan berlemak.

Selain pengumpulan informasi, dokter juga akan menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan antara lain adalah USG atau Pemeriksaan Ultrasonografi. Ini merupakan pemeriksaan standard yang untuk memperkuat diagnosis batu empedu. Pemeriksaan USG memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi, yaitu mencapai 95%.

Selain USG, pemeriksaan lain yang juga bisa dilakukan adalah CT Scan. Pemeriksaan dengan CT Scan dilakukan bila batu berada di dalam saluran empedu. Selain itu ada juga pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Pemeriksaan ini diperlukan apabila ada komplikasi sakit kuning.

Gejala Batu Empedu

Batu empedu pada umumnya tidak menimbulkan keluhan pada penderita –selama batu tidak masuk ke dalam saluran empedu. Namun jika batu masuk ke dalam ujung saluran empedu, Anda bisa saja merasakan adanya keluhan tertentu.

Apabila berukuran kecil, ada kemungkinan batu dengan mudah melewati saluran empedu dan masuk ke usus duabelas jari. Batu empedu tersebut mungkin saja tidak menimbulkan gejala hingga berpuluh tahun lamanya.

Gejala yang cukup mencolok pada gangguan batu empedu adalah rasa nyeri yang cenderung hebat dan menetap di saluran empedu. Nyeri tersebut timbul jika saluran empedu tersumbat oleh batu. Hal tersebut juga bisa memicu timbulnya rasa sakit perut hebat yang menjalar ke punggung atau bahu. Mual dan muntah sering kali berkaitan dengan serangan nyeri ini.

Gejala lain yang juga bisa muncul adalah demam, nyeri seluruh permukaan perut, perut terasa melilit, dan perut terasa kembung. Rasa nyeri yang hebat bisa saja berlangsung lebih dari 15 menit dan baru menghilang beberapa jam kemudian.

Timbulnya rasa nyeri seringkali berlangsung perlahan-lahan. Namun 30% kasus, rasa nyeri timbul secara tiba-tiba. Nyeri akibat batu saluran empedu biasanya menetap dan bertambah buruk sewaktu menarik nafas dalam.

Pengobatan Batu Empedu

Pengobatan batu empedu harus disesuaikan dengan perkembangan batu dan dampaknya pada Anda. Sebab, pada dasarnya batu empedu memberi dampak dan pengaruh yang berbeda antara tiap orang.

Ada beberapa langkah pengobatan batu empedu:

Tahap awal
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, batu empedu tidak selalu menimbulkan gejala. Jika batu empedu tidak menimbulkan gejala apapun, dokter biasanya tidak akan melakukan tindakan medis khusus. Namun, dokter akan memastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada kemungkinan komplikasi yang akan terjadi. Tapi jika ditemukan adanya kemungkinan komplikasi atau penyakit lain yang berisiko meningkatkan komplikasi, maka diperlukan pengobatan lebih lanjut.

Tahap Lanjut
Pada tahap ini, perlu dilihat tingkat keparahan yang terjadi. Jika gejala nyeri yang Anda rasakan masih tergolong ringan dan jarang muncul, maka konsumsi obat sudah cukup. Biasanya obat yang diperlukan adalah kenis obat-obatan pereda sakit. Selain itu, sebaiknya Anda juga mengubah pola makan agar lebih sehat. Namun jika rasa nyeri yang muncul –khususnya di area perut– terasa sangat hebat, maka diperlukan ada tindakan medis lebih lanjut. Apalagi jika nyeri muncul cukup sering. Kemungkinan diperlukan adanya tindakan operatif.

Tindakan Operatif
Tindakan medis ini diperlukan hanya apabila gejala yang Anda rasakan sangat berat dan parah. Kemungkinan terburuk adalah kantong empedu Anda harus diangkat. Ada beberapa tindakan operatif yang bisa dilakukan untuk menangani masalah batu empedu.

  1. Kolesistektomi laparoskopik
    Ini merupakan tindakan operatif yang paling sering direkomendasikan karena menghasilkan sayatan yang sangat minimal. Tindakan ini juga dikenal dengan istilah operasi lubang kunci karena ukuran sayatan yang sangat kecil –mirip lubang kunci. Masa pemulihan yang Anda perlukan berlangsung selama 1-2 minggu.
  2. Kolesistektomi terbuka
    Tindakan ini diperlukan jika ukuran batu empedu cukup besar hingga tidak dapat dikeluarkan lewat operasi lubang kunci. Atau bisa juga dilakukan jika kondisi Anda tidak memungkinkan untuk menjalani Kolesistektomi laparoskopik. Penyebabnya bisa bermacam-macam –seperti letak kandung empedu yang suli dijangkai atau pada kasus penderita obesitas. Masa pemulihan cukup lama, yaitu 1-1,5 bulan.
  3. ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography)
    Untuk menangani masalah penyumbatan pada saluran empedu akibat adanya batu empedu juga dapat dilakukan lewat prosedur ERCP. Prosedur ini dilakukan tanpa mengangkat kandung empedu.
  4. ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)
    Ini merupakan prosedur pemecahan batu dengan menggunakan gelombang suara. Beberapa tahun yang lalu, penggunaan prosedur ESWL sangat popular. Meski demikian, prosedur ini hanya terbatas pada pasien yang telah benar-benar dipertimbangkan untuk menjalani terapi ini

Penyebab Batu Empedu

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa ada tiga jenis batu empedu. Masing-masing terbentuk dan memiliki kandungan yang berbeda-beda. Batu empedu kolesterol mengandung sedikitnya 70% kolesterol dan sisanya adalah kalsium karbonat, kalsium palmitit, serta kalsium bilirubinat. Bentuknya lebih bervariasi dibandingkan bentuk batu pigmen.

Batu Empedu ini hampir selalu terbentuk di dalam kandung empedu. Permukaannya licin, bulat, berduri, dan terkadanga ada yang mirip seperti buah murbei. Batu empedu kolesterol terjadi karena konsentrasi kolesterol di dalam cairan empedu tinggi. Hal tersebut tejadi sebagai akibat dari kolesterol dalam darah sangat tinggi.

Kolesterol yang tinggi dalam kankan pengendapan.

Berbeda dengan batu empedu pigmen. Penampilan batu kalsium bilirubinat yang disebut juga batu lumpur atau batu pigmen, tidak banyak bervariasi. Seringkali ditemukan berbentuk tidak teratur, berukuran kecil, dengan variasi warna antara coklat, kemerahan, sampai hitam, dan terkadang berjumlah banyak.

Bentuknya seperti lumpur atau tanah yang rapuh. Batu pigmen terjadi karena bilirubin sukar larut dalam air. Selain itu juga karena adanya pengendapan garam bilirubin kalsium atau akibat penyakit infeksi.

Selanjutnya batu empedu campuran. Ini adalah jenis batu empedu yang paling banyak dijumpai –bahkan mencapai 80%. Batu empedu yang satu ini terbentuk dari kolesterol, pigmen empedu, dan berbagai garam kalsium. Biasanya berganda dan sedikit mengandung kalsium ”

 

Categories
Uncategorized

Pencegahan Infeksi Jamur

Jamur dapat menyebabkan infeksi di berbagai bagian tubuh, dan yang paling sering adalah di kulit. Infeksi jamur di kulit, atau secara medis disebut tinea, umumnya dialami oleh orang-orang yang mudah berkeringat, tinggal di cuaca yang lembab, atau orang dengan daya tahan tubuh rendah. Contoh orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah adalah bayi, orang lanjut usia, penderita diabetes mellitus, atau penderita HIV. infeksi jamur juga bisa ditularkan melalui kontak kulit orang sehat dengan penderita infeksi jamur.

Penyebab Infeksi Jamur

Berbagai jenis jamur dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Salah satu yang tersering adalah jamur golongan dermatofita, seperti Trycophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Jenis jamur ini menyukai tinggal di kulit manusia dari ujung rambut hingga ujung kuku kaki.

Orang yang rentan mengalami infeksi jamur antara lain adalah:

  • Orang yang tinggal dalam iklim yang lembab, di Indonesia salah satunya
  • Orang yang mudah berkeringat
  • Orang yang sering menggunakan pakaian ketat dengan bahan yang tidak mudah menyerap keringat
  • Orang yang memiliki anggota keluarga atau binatang peliharaan terinfeksi jamur
  • Orang dengan daya tahan tubuh yang rendah

Diagnosis Infeksi Jamur

Pada kasus sederhana, umumnya dokter hanya perlu melihat dan meraba kulit untuk menentukan diagnosis infeksi jamur. Namun bila kelainan kulit tidak terlihat khas untuk infeksi jamur, maka dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan kerokan kulit untuk memastikan penyakit. Kulit diduga mengalami infeksi jamur dikerok tipis, kemudian hasil kerokan kulit ditetesi larutan kalium hidroksida (KOH) dan dilihat dengan mikroskop.

Selain dengan pemeriksaan mikroskopik dari kerokan kulit, dapat pula dilakukan pemeriksaan dengan lampu Wood. Caranya, kulit yang sakit disinari dengan lampu Wood. Pada infeksi jamur, kulit yang disinari akan terlihat berpendar warna kuning kehijauan

Gejala Infeksi Jamur

Infeksi jamur menimbulkan tanda berupa kemerahan di kulit yang biasanya terlihat melingka. Namun pada kulit di tengah lingkaran tersebut biasanya terlihat lebih sehat. Dapat pula disertai dengan kulit yang mengelupas. Kelainan kulit ini disertai rasa gatal. Bagian kulit yang sering mengalami infeksi jamur adalah di daerah perut dan punggung (tinea corporis), selangkangan (tinea cruris), dan di sela-sela jari kaki (tinea pedis).

Tak hanya di kulit, infeksi jamur juga dapat menyerang kulit kepala dan rambut (tinea kapitis). Gejalanya adalah rambut rontok atau patah, kulit kepala gatal, dapat disertai dengan munculnya ketombe.

Pengobatan Infeksi Jamur

Khusus untuk infeksi jamur di kepala, pengobatan dilakukan dengan mengonsumsi obat antijamur. Obat ini diminum sekali sehari, selama lebih dari dua minggu. Obat tersebut hanya boleh digunakan dengan petunjuk dan resep dokter.

Untuk infeksi jamur di kulit, pengobatannya tergantung luas kelainan kulit yang terjadi. Bila kelainan kulit sangat luas, maka pengobatan dilakukan dengan meminum obat antijamur seperti pengobatan untuk infeksi jamur di kepala.

Namun bila kelainan kulit tidak luas, pengobatannya dengan obat antijamur yang dioles. Obat oles ini harus digunakan selama setidaknya dua minggu.

Pencegahan Infeksi Jamur

Untuk mencegah infeksi jamur, hal berikut ini perlu dilakukan:

  • Hindari kontak kulit dengan orang yang mengalami infeksi jamur
  • Jangan menggunakan handuk bergantian dengan penderita infeksi jamur
  • Gunakan pakaian longgar dengan bahan yang menyerap keringat
  • Setelah mandi, keringkan tubuh dengan baik agar tidak lembap