Categories
Uncategorized

Sering Ingin berkemih pada malam hari ? awas penyebab gagal jantung

Gagal jantung merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh jaringan tubuh dengan baik. Hal ini umumnya dapat terjadi akibat jantung yang melemah atau menjadi lebih kaku. Gagal jantung bukan berarti bahwa jantung tidak mampu bekerja lagi, tetapi membutuhkan dukungan untuk melaksanakan fungsinya dengan baik. Kondisi kesehatan ini dapat terjadi pada setiap usia, namun lebih sering terjadi pada populasi dengan usia yang lebih tua. Gagal jantung merupakan kondisi kesehatan jangka panjang, namun gejalanya dapat dikontrol selama bertahun-tahun bila ditangani dengan baik. Walaupun tidak semua kondisi yang menyebabkan gagal jantung dapat dikembalikan seperti semula, penanganan dapat diberikan untuk mengatasi tanda dan gejala dari gagal jantung. Selain itu, perubahan gaya hidup, seperti menjalani aktivitas fisik secara rutin, mengonsumsi gizi seimbang, dan mengatasi stres, dapat memperbaiki kualitas hidup.

Penyebab Gagal Jantung

  • Penyakit jantung koroner, di mana pembuluh darah yang memberi pasokan darah ke jantung terhambat oleh lemak yang menumpuk di dalam pembuluh darah tersebut (aterosklerosis), yang dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung.
  • Tekanan darah tinggi, yang meningkatkan upaya jantung serta dapat menyebabkan gagal jantung seiring dengan berjalannya waktu.
  • Kardiomiopati, suatu kondisi yang memengaruhi otot jantung.
  • Gangguan irama jantung (aritmia), di mana irama jantung tidak reguler.
  • Kerusakan pada katup jantung atau kondisi lain yang memengaruhi fungsi dari katup jantung.
  • Penyakit jantung bawaan, yang dapat terjadi sejak lahir dan memengaruhi fungsi normal dari jantung.

Gejala Gagal Jantung

  • Sesak napas, yang terutama terjadi setelah melakukan aktivitas
  • Merasa lelah pada sebagian besar waktu dan mudah merasa lelah saat melakukan aktivitas
  • Bengkak pada kaki dan pergelangan kaki
  • Penurunan kemampuan untuk beraktivitas
  • Bengkak pada bagian perut
  • Penurunan nafsu makan dan rasa mual
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Peningkatan rasa ingin berkemih pada malam hari

Sebagian orang dengan gagal jantung juga mengalami tanda dan gejala lain, seperti batuk yang menetap, peningkatan denyut jantung, dan rasa pusing. Gejala gagal jantung juga dapat timbul dalam jangka waktu yang cepat pada gagal jantung akut, maupun secara perlahan dalam jangka waktu yang lama pada gagal jantung kronik.

Diagnosis Gagal Jantung

Untuk mendiagnosis kondisi gagal jantung, dokter akan melakukan wawancara medis untuk mengevaluasi gejala yang dialami serta pemeriksaan fisik secara langsung. Dokter juga akan mengamati adanya faktor risiko tertentu yang dikaitkan dengan kondisi gagal jantung seperti peningkatan tekanan darah, penyakit jantung koroner, atau diabetes. Dari pemeriksaan fisik, dokter akan mendengarkan suara napas menggunakan stetoskop untuk mengamati adanya sumbatan pada paru-paru, dan mengamati pembuluh darah pada leher serta penumpukan cairan pada perut dan kaki.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan mencakup:

  • Pemeriksaan darah, untuk melihat fungsi ginjal, hati, dan kelenjar tiroid.
  • Pemeriksaan rontgen dada, untuk melihat kondisi jantung dan paru-paru.
  • Elektrokardiogram (EKG), untuk melihat adanya kelainan pada aktivitas listrik jantung.
  • Ekokardiogram, yang menggunakan gelombang suara untuk menampilkan gambaran video dari jantung

Selain itu, juga terdapat pemeriksaan penunjang lain yang dapat dilakukan, seperti Computerized Tomography (CT) scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI), bila dinilai dibutuhkan.

Pengobatan Gagal Jantung

Pengobatan dari gagal jantung ditujukan untuk mengendalikan gejala dan memperlambat progresivitas dari kondisi kesehatan ini. Beberapa jenis penanganan yang umumnya dilakukan adalah:

  • Perubahan gaya hidup, termasuk menjalani diet yang sehat, berolahraga secara teratur, dan tidak merokok
  • Konsumsi obat-obat tertentu, yang akan diresepkan oleh dokter. Sebagian orang dengan gagal jantung butuh mengonsumsi dua hingga tiga jenis obat.
  • Menggunakan alat yang ditanamkan pada jantung, yang ditujukan untuk meregulasi irama jantung.
  • Prosedur pembedahan, bergantung dari berbagai faktor, beberapa di antaranya adalah faktor yang menyebabkan terjadinya gagal jantung serta respons tubuh terhadap penanganan lain.

Pencegahan Gagal Jantung

Salah satu kunci dari mencegah terjadinya gagal jantung adalah menghindari faktor risikonya. Beberapa dari faktor risiko dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup serta mengonsumsi obat-obat tertentu bila dibutuhkan. Perubahan gaya hidup yang dapat diterapkan mencakup:

  • Menghindari merokok
  • Mengontrol kondisi kesehatan tertentu yang dimiliki, misalnya tekanan darah tinggi atau diabetes
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan gizi seimbang
  • Memastikan bahwa berat badan tubuh ideal
  • Menghindari dan menangani stres

 

Categories
Uncategorized

Cegah Biang Keringat

Biang keringat  atau miliaria adalah kelainan kulit yang sering muncul, khususnya di negara tropis. Gangguan kulit ini sering terjadi pada anak-anak. biang keringat terjadi karena  tersumbatnya kelenjar keringat. Sumbatan kelenjar keringat ini akan menyebabkan keluhan berupa bintik merah dan keluhan gatal pada kulit. Miliaria dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, namun miliaria biasanya terjadi pada daerah wajah, leher dan punggung.

Penyebab Biang keringat       

Biang keringat terjadi karena beberapa hal, seperti:

  • Kelembapan udara yang tinggi dan panas yang merangsang produksi keringat
  • Pakaian yang terlalu ketat, sehingga suhu tubuh anak meningkat dan berkeringat
  • Anak mengalami demam dan banyak mengeluarkan keringat
  • Kebersihan kulit yang kurang

Diagnosis

Diagnosis biang keringat ditentukan berdasarkan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Pada wawancara medis akan didapatkan informasi berupa adanya keluhan kulit gatal, riwayat berkeringat, penggunaan baju tebal dan kebersihan diri yang kurang. Pada pemeriksaan fisik dapat dijumpai adanya kemerahan, dan papul (bintil) kulit. Pada biang keringat ringan, tampak bintil putih, berair, dan mengilap tanpa disertai rasa gatal. Sedangkan, pada biang keringat berat, terlihat bintil merah, gatal, berair, dan terasa perih.

Ada tiga macam biang keringat, yaitu:

  • Miliaria Kristalina

Sumbatan terjadi pada permukaan kulit sehingga terlihat gelembung-gelembung kecil berukuran 1-2 mm berisi cairan jernih. Biang keringet ini terjadi pada lapisan atas (miliaria cyrstalina) gejala yang tampak adalah bintil kecil berair dan tampak mengilap.

  • Miliaria Rubra

Biang keringet jenis ini terjadi di lapisan tengah. Gejalanya adalah kulit berwarna kemerahan, gatel. Berair,perih dan menyerupai perut. Biang keringet ini di tandai bintil kecil (1-2mm), berwarna merah biasanya di sertai keluhan gatal dan perih.

  • Miliaria Profunda

Biang keringet jenis ini terdapat di lapisan kulit yang lebih dalam, Miliaria profunda biasanya timbul pada keadaan miliaria rubra yang terjadi berulang. Pada biang keringet jenis ini terdapat bintik-bintik putih keras dan berukuran 1-3 mm, kulit tidak berwarna merah namun kasus ini jarang terjadi. Karena letak sumbatan keringet yang lebih dalam maka secara klinis lebih banyak berupa bintil-bintil dari pada gelembung berisi cairan.

Gejala Biang keringat

Gejala yang dikeluhkan oleh penderita miliaria adalah kulit terasa gatal, pedih dan kulit jadi kemerahan. Pada biang keringat yang lebih berat dapat dijumpai gelembung-gelembung kecil atau lenting yang berisi air. Garukan berulang dapat menyebabkan bekas luka garukan. Lesi kulit biasanya terlihat pada daerah yang tertutup pakaian seperti dada, punggung dan daerah yang tertekan atau tergesek pakaian.

Pengobatan Biang Keringat

Tidak ada pengobatan khusus untuk biang keringat. Biang keringat biasanya cukup ditangani dengan perawatan kulit yang tepat. Hindarilah udara yang panas dan kenakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat. Gunakan lotion calamin untuk meredakan kulit yang terkena.  Bila keadaan kulit disertai infeksi sekunder yang terlihat dari adanya pus atau nanah pada kulit, maka pemberian antibiotik dapat dipertimbangkan. Pada lesi kulit yang kemerahan dan gatal, dapat diberikan krim hidrokortison potensi rendah. Bila gatal sangat mengganggu, antihistamin dapat dipertimbangkan. Penggunaan salep dan obat harus dipantau penggunaannya oleh dokter.

Pencegahan Biang Keringet

Terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menguragi kejadian biang keringat. Beberapa langkah pencegahan biang keringat seperti:

  • Hindari paparan panas. Bila harus bepergian di luar rumah, gunakan payung atau topi untuk mencegah paparan panas yang berlebihan.
  • Gunakan pakaian yang berbahan katun dan longgar yang menyerap keringat. Jika pakaian sudah basah karena keringat, gantilah dengan pakaian yang baru.
  • Jika kulit berkeringat, mandilah dengan air dingin. Jika memungkinkan, bekerja dan beraktivitas pada ruangan dengan udara yang sejuk atau dengan pendingin ruangan.
  • Gunakan losion calamine untuk menyejukkan dan mengurangi iritasi pada kulit.

 

Categories
Uncategorized

Waspadai Penyebab batu ginjal

Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah kondisi ketika di dalam ginjal terbentuk material keras menyerupai batu. Material ini terbentuk dari limbah zat-zat dalam darah yang disaring ginjal, kemudian mengendap dan lama-kelamaan mengkristal.

Pengendapan biasanya terjadi karena Anda tidak mengonsumsi air sesuai anjuran, sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau memiliki kondisi medis yang bisa memengaruhi kadar senyawa tertentu dalam urine.

Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat: batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin. Perbedaan jenis batu ginjal akan memengaruhi tindakan pengobatan serta pencegahan.

Penyakit batu ginjal cukup umum terjadi pada orang-orang berusia 30-60 tahun, dan dapat diderita oleh pria maupun wanita. Namun, pria memiliki risiko lebih tinggi daripada wanita. Dari penelitian yang pernah dilakukan, hal tersebut diduga terkait dengan penyumbatan saluran kencing pria.

Diagnosis

Dalam mendiagnosis batu ginjal, awalnya dokter akan mengumpulkan informasi mengenai gejala-gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan menanyakan apakah ada anggota keluarga yang memiliki penyakit sama, pola makan sehari-hari, apakah pasien sedang mengonsumsi sesuatu yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

Kemudian, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, di antaranya pemeriksaan laboratorium berupa tes urine dan tes darah. Selain itu juga ada beragam pemindaian seperti USG, rontgen, dan intravenous pyelogram (IVP).

Tes urine dibutuhkan untuk memeriksa apakah sudah terjadi infeksi. Jika dalam sampel urine ada serpihan batu ginjal, dokter akan menggunakannya untuk mengidentifikasi jenis batu ginjal yang diderita agar penanganannya tepat.

Sedangkan tes darah dibutuhkan untuk mengetahui apakah ginjal masih berfungsi normal atau tidak, serta untuk memeriksa kadar zat-zat tertentu yang berpotensi menyebabkan terbentuknya batu ginjal.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan melalui citra gambar yang akan membantu mengonfirmasi diagnosis serta memastikan posisi batu ginjal secara akurat. Jenis pemeriksaan citr

citra gambar yang mungkin dilakukan adalah CT scan, X-ray, ultrasound scan, dan intravenous urogram (IVU) atau intravenous pyelogram (IVP).

Sekarang ini, CT scan adalah opsi pemeriksaan utama dalam mendiagnosis penyakit batu ginjal karena hasilnya lebih akurat ketimbang metode pemeriksaan lainnya.

Gejala Batu Ginjal

Biasanya, jika ukuran batu ginjal sangat kecil, Anda tidak akan merasakan gejala apa pun. Batu Ginjal tersebut akan keluar secara alami melalui ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih).

Anda baru akan merasakan sesuatu jika ukuran batu lebih besar dari ureter. Pada saat akan buang air kecil, batu akan bergesekan dengan dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi atau bahkan luka. Ini sebabnya pada urine terlihat darah. Batu juga bisa menyumbat ureter atau uretra (saluran akhir pembuangan urinee ke luar tubuh) sehingga pengeluaran urine terhambat.

Gejala-gejala lainnya dari batu ginjal dapat meliputi:

  • Nyeri punggung bawah yang berkepanjangan, kadang terasa sampai selangkangan. Pada penderita pria, nyeri juga terasa pada testis dan skrotum.
  • Sakit perut bagian samping dengan durasi bervariasi, mulai dari hitungan menit sampai jam.
  • Gelisah
  • Tidak dapat berbaring dengan tenang karena sulit mencari posisi yang nyaman.
  • Mual
  • Lebih sering buang air kecil dari biasanya.
  • Sakit saat buang air kecil.

Terdapat darah dalam urine yang disebabkan oleh gesekan batu ginjal terhadap ginjal atau ureter. Saat batu ginjal menyumbat ureter akan terjadi penumpukan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi ginjal. Gejala infeksi ginjal mirip dengan gejala penyakit batu ginjal, tetapi biasanya penderita juga akan merasakan:

  • Demam tinggi.
  • Menggigil
  • Kelelahan
  • Diare
  • Warna urine keruh dan beraroma tidak sedap.

Pengobatan batu ginjal

Pengobatan batu ginjal bergantung pada ukuran batu. Untuk ukuran batu kecil yang masih bisa melewati saluran kemih, dokter hanya akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi air putih sesuai anjuran. Harapannya adalah agar batu dapat keluar sendiri bersama dengan keluarnya urine. Apabila nyeri yang Anda rasa cukup mengganggu, dokter akan memberikan obat pereda sakit, seperti ibuprofen atau obat antiradang nonsteroid. Untuk meringankan gejala mual dan muntah, dokter akan memberikan obat antiemetik. Jika batu ginjal sudah berpindah lokasi dari ginjal ke ureter dan menimbulkan rasa sakit cukup parah, Anda akan dirujuk untuk melakukan perawatan di rumah sakit. Umumnya, hal tersebut dilakukan untuk pasien yang hanya memiliki satu ginjal, hamil, mengalami dehidrasi, atau berusia di atas 60 tahun. Jika ukuran batu ginjal terlalu besar (diameter minimal 6-7 mm) untuk bisa dikeluarkan secara alami, dokter akan menyarankan terapi khusus untuk mengeluarkannya. Tipe penanganan bergantung pada ukuran dan lokasi batu ginjal. Prosedur-prosedur untuk menangani batu ginjal ukuran besar adalah:

  • Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy(ESWL)
    Prosedur ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghancurkan batu ginjal menjadi serpihan kecil. Serpihan ini diharapkan bisa dikeluarkan dengan mudah secara alami. Anda akan merasa sedikit kurang nyaman dan setelahnya dokter biasanya akan memberikan obat pereda sakit. ESWL 99% efektif untuk batu ginjal dengan diameter maksimal 20 mm.
  • Ureteroskopi

Dokter akan menggunakan alat yang disebut uteroskop. Alat tersebut akan dimasukkan ke dalam ureter untuk melihat lokasi penyumbatan. Setelah lokasi batu diketahui, batu akan dihancurkan menggunakan alat lain atau dengan bantuan laser. Anda akan dibius total saat akan menjalani prosedur ini. Ureteroskopi efektif untuk batu ginjal berdiameter maksimal 15 mm.

  • Percutaneous Nephrolithotomy(PCNL)

Prosedur ini biasanya dilakukan apabila prosedur ESWL tidak mungkin dilaksanakan, contohnya penderita mengalami obesitas. Dokter akan membuat sayatan kecil di permukaan kulit dekat ginjal, kemudian memasukkan nephroscope yang akan menghancurkan dan mengeluarkan serpihan batu ginjal. PCNL efektif untuk batu berdiameter 21-30 mm.

Pencegahan Batu ginjal

Penyakit batu ginjal memang memiliki kecenderungan berulang, tetapi pencegahannya sangat mudah. Anda harus memperhatikan dua hal berikut:

  • Konsumsi air sesuai kebutuhan tubuh. Jika Anda mengonsumsi cukup air, warna urine akan terlihat cerah.
  • Perhatikan pola makan. Jika batu ginjal Anda adalah jenis batu kalsium, maka hindari makanan yang mengandung banyak oksalat. Oksalat akan menghalangi penyerapan kalsium. Namun, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengubah pola makan.
Categories
Uncategorized

Waspada Cacar Air

Apa itu cacar air ?

Cacar air merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus varisela zoster. Itulah sebabnya penyakit ini juga dikenal dengan istilah varisela. Seperti penyakit lain yang juga disebabkan oleh virus, cacar air dapat sembuh dengan sendirinya (self limiting disease). Cacar air umumnya diderita anak-anak di bawah usia 10 tahun. Namun, pada beberapa kasus, penyakit ini juga dapat diderita orang dewasa. Bahkan pada orang dewasa, gejalanya cenderung lebih berat dibandingkan penderita anak-anak. Biasanya, seorang hanya akan menderita cacar air satu kali seumur hidupnya. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan Anda dapat terkena lebih dari satu kali. Namun sebenarnya saat hal itu terjadi, yang menyerang bukan lagi cacar air tetapi shingles atau cacar api. Ciri khas cacar air adalah munculnya bintil kemerahan berisi cairan dan terasa gatal. Setelah beberapa hari, bintil akan mengering dan terkelupas. Bintil cacar air biasanya muncul pada wajah, punggung, kulit kepala, dada, perut, lengan, dan kaki.

Diagnosis

Proses diagnosis cacar air tidak harus melewati tes atau pemeriksaan darah. Diagnosis dapat dibuat dengan melihat gejala klinis seseorang. Bagi para ibu hamil atau yang sedang menyusui, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala cacar air. Virus cacar air yang diidap ibu hamil bisa memengaruhi janin yang dikandungnya dan menyebabkan kelainan pada bayi saat lahir. Diagnosis serta penanganan yang cepat dan tepat akan mengurangi risiko komplikasi. Dokter juga dapat melakukan tes darah untuk memastikan cacar air. Pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosis. Jika tubuh Anda memiliki antibodi virus cacar air, berarti Anda terlindungi dari penyakit tersebut.

 

Gejala Cacar air

Ada beberapa gejala cacar air. Gejala utama yang dapat Anda kenali adalah demam yang diikuti dengan munculnya ruam merah. Ruam merah ini akan berubah menjadi bintil berisi cairan dengan bentuk dan tekstur yang mudah dikenali. Kondisi tersebut biasanya juga disertai dengan gejala lainnya –seperti nyeri otot dan sakit kepala. Setelah ruam merah muncul, Anda akan merasa gatal. Ketahuilah bahwa tidak semua penderita cacar air mengalami gejala ruam yang sama. Ada yang mengalaminya di sekujur tubuh (hingga area mulut, telinga, dan bokong). Namun ada juga yang hanya pada bagian tubuh tertentu saja –seperti kulit kepala, wajah, lengan, dan kaki.

Berikut ini adalah tahapan perubahan ruam merah:

  • Ruam berubah menjadi bintil dan terasa gatal
  • Bintil biasanya berisi cairan, berdinding tipis, dan rentan pecah
  • Setelah beberapa hari, bintil akan mengering dan mengelupas dengan sendirinya

Bintil biasanya tidak muncul secara bersamaan. Begitu juga saat mengering dan mengelupas. Bisa saja ada bintil yang mengering dan mengelupas tetapi di bagian lain masih ada yang belum kering. Biarkan bintil pecah sendiri. Jika Anda pecahkan, maka risiko infeksi sekunder menjadi lebih besar.
Rasa gatal yang timbul dari bintil cacar air seringkali membuat penderitanya tak tahan. Tapi Anda harus bisa menahan diri untuk tidak menggaruknya. Sebab garukan pada bintil bisa membuat kulit infeksi atau memicu munculnya luka parut (scar) setelah Anda sembuh.

Untuk penderita usia remaja dan dewasa, biasanya gejala yang muncul lebih parah dibanding pada anak-anak. Orang dewasa yang menderita cacar air juga memiliki risiko lebih tinggi terkena komplikasi. Jika Anda berusia di atas 12 tahun, sedang hamil, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan tepat dan dapat mencegah terjadinya komplikasi.

Berbahayakah cacar air? Penyakit ini memang sering dianggap tidak membahayakan jiwa. Namun ada sebagian penderita cacar air mengalami kondisi yang lebih parah. Pada beberapa kasus, bisa saja terjadi komplikasi seperti kesulitan bernapas, kulit di sekitar bintil terasa merah dan terlihat gejala infeksi. Selain itu juga dapat terjadi gejala dehidrasi seperti mulut kering dan jarang buang air kecil. Jadi jangan pernah meremehkannya.

Pengobatan Cacar air

Penanganan cacar air bergantung pada beberapa kondisi, antara lain:

  • Usia
  • Kesehatan secara keseluruhan
  • Durasi terpapar virus
  • Tingkat keparahan gejala yang muncul

Umumnya, penderita cacar air hanya perlu penanganan di rumah. Hal yang perlu diperhatikan adalah istirahat yang cukup dan melakukan upaya agar sistem kekebalan tubuh meningkat. Caranya adalah dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Selain itu perlu juga untuk menjaga kebersihan kulit dengan tetap mandi dan mengeringkan tubuh perlahan dengan menggunakan handuk. Pengobatan cacar air yang dilakukan umumnya bertujuan untuk meredakan gejala serta menjaga kebersihan kulit agar terhindar dari infeksi sekunder. Sedangkan untuk mengurangi rasa gatal pada bintil cacar air, Anda bisa mengoleskan losion kalamin atau mengonsumsi obat antihistamin. Tapi pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter sebelum sebelum memberikan antihistamin pada anak-anak. Pantau demam yang muncul saat sedang terserang cacar air. Demam adalah reaksi normal tubuh ketika sedang terjadi infeksi. Suhu tubuh yang tinggi dapat membunuh bakteri dan virus penyebab sakit. Sebaiknya Anda hanya mengonsumsi obat penurun demam jika merasa tidak nyaman saja. Selanjutnya, pastikan Anda merawat dengan seksama luka cacar air untuk mengurangi risiko infeksi bakteri. Langkah-langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Bersihkan kulit dengan air dan sabun yang lembut
  • Selalu jaga kebersihan tangan dengan rutin mencucinya
  • Potong kuku agar tidak melukai kulit saat tidak sengaja menggaruk
  • Jaga agar pakaian tetap kering dan bersih

Untuk mencegah penyebaran cacar air, jangan beraktivitas di luar rumah dahulu sampai semua bintil mengering dan mengelupas. Biasanya hal ini membutuhkan waktu kira-kira 10 hari setelah gejala pertama muncul. Hindari melakukan kontak dengan mereka yang belum mendapat perlindungan vaksinasi cacar air.

Penyebab Cacar air

Penyebab cacar air atau varicella simplex adalah virus varisela zoster. Virus ini dapat menular dengan mudah dan cepat. Penyakit ini disebarkan secara aeorogen atau melalui udara. Penularan cacar air bisa terjadi melalui:

  • Kontak langsung dengan penderita
  • Terkena cairan tubuh penderita melalui bersin atau batuk
  • Memegang barang yang sebelumnya kontak dengan penderita, seperti seprai atau baju kotor

Waspada cacar air ? Waktu yang harus diwaspadai adalah 1-2 hari sebelum ruam merah muncul hingga 7 hari setelahnya atau hingga bintil benar-benar kering dan mengelupas.

Faktor yang meningkatkan resiko terkena cacar air

  • Belum pernah kena cacar air
  • Belum mendapatkan vaksinasi cacar air, terutama ibu hamil
  • Berada dalam satu ruangan dengan penderita cacar air selama lebih dari 1 jam
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Satu rumah dengan anak-anak berusia di bawah 10 tahun

 

Categories
Uncategorized

Tips Mengatasi Vertigo

Vertigo merupakan gejala sensasi diri sendiri atau ruangan sekeliling yang terasa berputar. Atau bisa juga dipahami sebagai sensasi di mana tubuh terasa melayang seakan mau jatuh. Serangan vertigo bervariasi, bisa berupa pusing ringan berdurasi sebentar hingga yang parah dan berlangsung lama. Jika Anda mengalami yang kedua, dapat dipastikan aktivitas harian akan terganggu karena kesulitan menjaga keseimbangan tubuh. Sebaiknya Anda berkonsultasi ke doker jika vertigo tidak kunjung sembuh. Dokter akan mengumpulkan informasi seputar gejala yang dialami serta melakukan pemeriksaan awal yang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan tambahan. Hal ini dilakukan apabila frekuensi vertigo cukup sering.

Gejala Vertigo 

Gejala vertigo bisa muncul dengan durasi yang singkat atau hilang-timbul. Beberapa tanda yang bisa dikenali adalah sebagai berikut:

  • Sensasi diri atau sekeliling berputar
  • Kehilangan keseimbangan
  • Berayun-ayun
  • Ditarik-tarik ke satu arah

Sedangkan, gejala-gejala lain yang biasanya muncul berbarengan dengan vertigo, antara lain:

  • Mual
  • Muntah
  • Gerakan mata tidak normal
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Mendengar dengungan di dalam telinga atau malah, kehilangan pendengaran

Pengobatan Vertigo

Vertigo sebenarnya bukan penyakit, melainkan gejala dari penyakit yang mendasarinya. Karena itu penanganan vertigo tergantung pada diagnosis penyakit yang menyebabkannya.

Perlu diketahui juga bahwa kasus vertigo dapat sembuh tanpa pengobatan. Hal ini mungkin terjadi karena otak berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan telinga bagian dalam.

Berikut ini beberapa penyebab vertigo yang membutuhkan penanganan khusus:

Vertigo yang dapat diatasi dengan obat-obatan adalah vertigo yang disebabkan oleh vestibular neuronitis atau penyakit Meniere. Umumnya, obat akan diberikan selama 3 hingga 14 hari, tergantung untuk apa obat tersebut diresepkan. Obat yang biasa diberikan oleh dokter adalah prochlorperazine dan antihistamin. Jika kedua obat ini efektif meredakan gejala-gejala yang dialami, Anda akan diberikan dalam jumlah banyak agar dapat dikonsumsi langsung ketika vertigo mendadak muncul. Namun, obat-obatan ini hanya efektif untuk tahap awal dan sebaiknya tidak digunakan jangka panjang.

  • Terapi rehabilitasi vestibular dapat membantu otak untuk beradaptasi dengan sinyal membingungkan dari telinga yang jadi penyebab vertigo, sehingga frekuensinya berkurang.
  • Serangkaian gerakan kepala sederhana (Manuver Epley) untuk menangani BBPV.

Gejala-gejala vertigo juga dapat dikurangi atau dicegah dengan melakukan langkah-langkah berikut:

  • Hindari gerakan mendongakkan kepala, membungkuk, atau berjongkok.
  • Hindari bergerak secara tiba-tiba.
  • Gerakkan kepala secara perlahan.
  • Kenali faktor pemicu vertigo dan lakukan latihan yang dapat memicu terjadinya vertigo. Ini ditujukan agar otak terbiasa dan menurunkan frekuensi kambuhnya.
  • Saat vertigo menyerang, segeralah duduk.

Gejala lain yang sering dikaitkan dengan vertigo adalah:

  • Kehilangan keseimbangan yang akan mengakibatkan penderita kesulitan berdiri atau berjalan.
  • mual
  • pusing
  • Nistagmus (gerakan mata yang tidak normal).

Penyebab Vertigo

Umumnya vertigo disebabkan oleh vestibular neuronitis atau gangguan pada telinga bagian dalam. Ini akan memicu masalah keseimbangan tubuh. Namun, vertigo juga bisa disebabkan oleh masalah pada area tertentu otak.

Penyebab umum lain dari vertigo adalah:

  • Migrain, sakit kepala berdenyut yang biasanya terasa di satu sisi kepala
  • Gangguan otak, misalnya tumor
  • Penyakit Meniere, gangguan telinga bagian dalam
  • Obat-obatan yang bisa menyebabkan kerusakan telinga
  • Trauma di kepala
  • Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BBPV), dipicu oleh perubahan posisi kepala

Gerakan efektif mengatasi vertigo

  • Duduklah di pinggir kasur Anda. Putar kepala Anda 45 derajat ke kiri. Taruh bantal di bawah Anda, jadi ketika Anda berbaring, bantal akan bertumpu di antara bahu dan bukan di bawah kepala Anda.
  • Segera berbaring, kepala menghadap kasur (tetap dalam sudut 45 derajat). Bantal harus berada di bawah bahu Anda. Tunggu 30 detik (untuk setiap vertigo agar berhenti).
  • Putar kepala Anda 90 derajat ke kanan tanpa mengangkatnya. Tunggu 30 detik.
  • Putar kepala dan tubuh Anda dari sisi kiri ke sisi kanan, jadi Anda bisa melihat lantai. Tunggu 30 detik.
  • Perlahan-lahan duduk lagi, tapi tetaplah di kasur selama beberapa menit.

 Selamat Mencoba dan semoga bermanfaat 🙂