Categories
Uncategorized

Ayo imunisasi DPT

DPT adalah singkatan dari difteri, pertusis, dan tetanus, Imunisasi DPT adalah salah satu vaksinasi yang wajib diberikan kepada balita, Penyakit difteri pertusis, dan tetanus tiga penyakit berbeda yang masing-masing memiliki risiko tinggi dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Ketiga penyakit ini adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteriOleh karena itu, pemberian imunisasi DPT sebaiknya tidak dilewatkan.

Efek Samping Imunisasi DPT

  • Demam ringan
  • Bengkak pada bagian suntikan
  • Kulit pada bagian suntikan menjadi merah dan sakit
  • Anak terlihat lelah
  • Anak menjadi rewel

Pemberian Imunisasi DPT

Imunisasi DPT pada anak-anak diberikan sebanyak lima kali, sejak anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun. Tiga pemberian pertama pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Pemberian yang ke-4 adalah pada usia 18 bulan, dan pemberian yang terakhir pada usia 5 tahun. Dosis yang diberikan yakni satu kali suntikan setiap jadwal imunisasi. Setelahnya, dianjurkan untuk melakukan booster Tdap (imunisasi ulang Tetanus Difteri dan Pertusis) tiap 10 tahun.

Perhatikan kondisi anak sebelum memberikan imunisasi. Jika anak Anda mengalami sakit parah pada saat tiba jadwal imunisasi, maka sebaiknya tunggu hingga keadaan anak membaik baru dilakukan imunisasi.

Jangan berikan imunisasi lanjutan jika anak Anda mengalami:

  • Gangguan pada sistem saraf atau otak, dalam waktu 7 hari setelah mendapatkan suntikan imunisasi.
  • Reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa, setelah anak mendapatkan imunisasi.

Kapan harus ke dokter

  • Demam di atas 40 derajat Celcius.
  • Anak tidak berhenti menangis setidaknya selama 3 jam.
  • Anak mengalami kejang atau pingsan
  • Segera pergi untuk memeriksakan keadaan anak ke tenaga kesehatan terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *