Categories
Uncategorized

Cegah Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, hingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal jantung.

Gejala Hipertensi

Hipertensi bisa dikatakan penyakit yang berbahaya karena dapat terjadi tanpa gejala, sehingga bisa ditemukan saat sudah muncul komplikasi. Namun gejala bisa muncul bila tekanan darah sudah sangat tinggi. Gejala yang mungkin ditimbulkan, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Masalah dalam penglihatan
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Aritmia
  • Adanya darah dalam urine

Pencegahan Hipertensi

Menjaga berat badan ideal ➪ Berat badan berlebih bisa membuat seseorang lebih berisiko terserang hipertensi.

Berolahraga secara rutin ➪ Seseorang yang aktif berolahraga akan lebih terhindar dari risiko terserang hipertensi. Lakukan jalan cepat atau bersepeda 2-3 jam setiap minggu.

Konsumsi makanan yang rendah lemak dan kaya serat ➪ Misalnya, roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta buah dan sayuran.

Kurangi garam ➪ Batasi dalam makanan, tidak lebih dari satu sendok teh.

Kurangi konsumsi alcohol ➪ Mengonsumsi lebih dari takaran alkohol yang disarankan, bisa meningkatkan risiko hipertensi.

Berhenti merokok ➪ Meski rokok tidak menyebabkan hipertensi secaralangsung, tetapi rokok bisa membuat arteri menyempit, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Konsumsi kafein sesuai yang dianjurkan ➪ Meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan risiko hipertensi.

Diagnosis Hipertensi

Hipertensi dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan darah. Karena hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala dan lebih sering dialami oleh seseorang yang lanjut usia. Orang dewasa, terutama yang berusia di atas 40 dan berisiko tinggi, disarankan setidaknya melakukan pemeriksaan darah setiap tahun.

Tahapan pemeriksaan darah yang benar dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah (sphygmomanometer), agar didapatkan hasil yang akurat:

  • Pasien tidak boleh berolahraga, merokok, dan mengonsumsi minuman dengan kandungan kafein 30 menit sebelum pemeriksaan tekanan darah dilakukan.
  • Pasien diminta untuk duduk dengan tenang di kursi, dengan kaki berpijak pada lantai.
  • Pastikan buang air kecil sebelum melakukan pemeriksaan darah.
  • Baik dokter maupun pasien tidak boleh berbicara selama pemeriksaan dilakukan.
  • Lepas pakaian yang menutupi area pemasangan manset.
  • Tekanan darah diukur pada kedua lengan. Untuk pengukuran tekanan darah selanjutnya, gunakan lengan dengan tekanan darah yang lebih tinggi untuk mengukurnya.
  • Pengukuran tekanan darah diulang minimal 2 kali dengan jeda 1-2 menit.

Bila diperlukan, dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah, urin, atau foto rontgen, untuk melihat kemungkinan komplikasi yang sudah ditimbulkan akibat hipertensi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *